Home Fitur Negeri Dongeng Seruni Point

Negeri Dongeng Seruni Point

Share

Begitu kaki-kaki melangkah di Puncak Seruni, pengunjung seolah-olah membuka pintu ke dunia dongeng yang nyata. Angin sejuk berbisik di antara pepohonan cemara hijau yang menjulang tinggi, menyapu kehangatan mentari pagi. Di sinilah keajaiban alam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS) di Jawa Timur menjadi riil, yang penataannya memancarkan pesona luar biasa dari setiap detailnya.

Kementerian PUPR, melalui  Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Direktorat Jenderal Cipta Karya, seakan tahu betul pesona terpendam kawasan ini sehingga diracik menjadi sebuah panorama indah tak bertara.

Menelusuri jalan setapak menuju puncak, mata kita tak dapat lepas dari gemerlap sinar matahari yang bermain-main dengan rimbunnya dedaunan. Pohon-pohon megah yang membentang seakan menjalin kisah-kisah mistis, memberi kesan seolah kita sedang berjalan di antara halaman buku dongeng yang terbuka.

Baca Juga: Empat Gerbang Penanda Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Bromo-Tengger-Semeru Siap Dibangun

Penampakan “Negeri Dongeng” Terminal Wisata Seruni Point di KSPN Bromo Tengger Semeru. | Dok. Kementerian PUPR

Gemericik air mengalir menambah sejuk lokasi terpadu yang makin mengikat hati siapa pun untuk tinggal berlama-lama. Direktorat Jenderal Cipta Karya tak membiarkan momentum keindahan itu berakhir begitu saja. Infrastruktur Permukiman Cemorolawang pun ditingkatkan. Jadilah Terminal Seruni Point seolah menjadi langit transisi sebelum mencapai puncak.

Lereng sedikit terjal berhias beragam tanaman produksi seakan dilukis berirama semetris memanjakan mata yang melihat.

Namun, puncak pengalaman tak dapat dihindari tanpa melewati Jembatan Kaca yang memukau. Panjangnya 120 meter, jembatan ini menggantung begitu anggun di atas lembah, memberikan sensasi seakan kita melangkah di antara awan. Di bawah kaki pengunjung, alam BTS berkisar dengan keindahan yang menggoda, menantang hati untuk melupakan keriuhan dunia dan meresapi ketenangan yang tersembunyi.

Hamparan asap kaldera Gunung Bromo merayap diam, menyatu dengan alunan dersis angin, yang bergegas memamerkan drama tanpa kata.

Amfiteater yang bisa digunakan untuk tempat pertunjukkan melengkapi keindahan Terminal Wisata Seruni Point. | Dok. Kementerian PUPR

Di sepanjang perjalanan, pohon-pohon menjulang seperti penjaga rahasia yang menyimpan keindahan tak tergambarkan. Cahaya matahari pagi mengecat dunia dengan warna-warna ajaib, menciptakan serangkaian nuansa yang seolah diambil dari palet dongeng. Pepohonan rindang memberi teduh, seakan mengajak kita berdiam sejenak di sana.

Angin lembut membelai rambut, membawa aroma tanah dan daun yang segar. Rerimbun pepohonan mengiringi siulan burung-burung, menari-nari layaknya pasangan dalam tarian alam. Suara dedaunan yang berbisik seperti menyampaikan rahasia-rahasia lembut yang hanya bisa didengar oleh mereka yang memahami kebahagiaan sederhana.

Jembatan Kaca menjadi saksi bisu akan keelokan alam, membiarkan kita menyatu dengan keheningan lanskap. Di tengah-tengahnya, kita bukan hanya melewati jembatan, tapi merangkak di atas gemerlap khayal, seolah berjalan di atas lukisan yang hidup.

Tak ada yang bisa menggantikan sensasi berdiri di ketinggian, menatap lembah dan bukit-bukit hijau yang bergelombang. Di sana, ketenangan terasa begitu dekat, diukir oleh alam yang memberi kita pelukan damai. Di ujung jembatan, rasa terhanyut dalam kecantikan BTS semakin menggoda untuk tinggal lebih lama.

Terminal Wisata Seruni Point seakan menjadi halaman luas permukiman di daerah itu. | Dok. Kementerian PUPR

Ketika melihat ke bawah dari kaca transparan Jembatan Kaca, kabut putih kebiruan seolah menjadi permadani lembut yang membelai puncak-puncak bukit. Setiap langkah melintasi jembatan terasa seperti mengikuti jejak awan, menyatu dengan langit biru yang memberi kita kebebasan untuk bermimpi.

BTS, dengan segala keindahannya, memberi pelukan hangat dan kesejukan bagi setiap jiwa yang mencarinya. Jembatan Kaca adalah jendela magis yang membuka ruang antara bumi dan surga, memungkinkan kita merasakan kehadiran alam secara lebih dekat dan puitis.

Sebuah sepeda motor melintas di kawasan Terminal Wisata Seruni Point. | Dok. Kementerian PUPR

Maka, di bawah langit biru BTS yang tak terhingga, kita menyimpulkan bahwa keindahan tak hanya ditemukan dalam kata-kata, tapi dalam setiap detik yang kita curi di antara pepohonan hijau, dalam setiap jejak yang kita tinggalkan di atas Jembatan Kaca yang memesona. Sungguh, BTS bukan sekadar destinasi; ini adalah pelukan indah alam yang membius dan menyimpan keajaiban tak terhitung. Terima kasih PUPR sudah menciptakan kahyangan bernama Terminal Wisata Seruni Point… (HRZ)

Baca Juga: Akomodir Kebutuhan Wisatawan di Kawasan Pariwisata Bromo Tengger Semeru, Terminal Wisata Seruni Point Dibangun

Oleh:

Share

Foto Pilihan Lainnya