JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi menjalin kerja sama dengan Amar Bank dalam pengembangan layanan pembayaran digital bagi pelanggan MRT Jakarta. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada Selasa (30/12/2025) di Gedung Transport Hub, Jakarta Pusat.
Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Kepala Divisi Commercial and Retail PT MRT Jakarta (Perseroda) Jacques Ricardo Daniel Soleman dan Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian.
Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda).
Melalui kerja sama ini, MRT Jakarta dan Amar Bank berkolaborasi dalam menghadirkan fitur pembayaran berlangganan tiket perjalanan yang terintegrasi di aplikasi MyMRTJ. Kehadiran fitur tersebut diharapkan dapat menambah pilihan metode pembayaran sekaligus meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan MRT Jakarta.
“Kerja sama ini akan menambah pilihan metode pembayaran bagi pelanggan kami. Penambahan ini merupakan bagian dari upaya MRT Jakarta untuk menghadirkan beragam layanan yang sesuai dengan passenger persona MRT Jakarta selama ini,” ujar Weni Maulina.

Pembayaran Digital
Weni menjelaskan, pengembangan layanan pembayaran digital tersebut akan dilakukan secara bertahap. Langkah ini diambil untuk memastikan kemudahan akses bagi pelanggan, sekaligus tetap mengedepankan aspek keamanan, kepatuhan, serta tata kelola sesuai dengan kesiapan sistem dan kebutuhan layanan.
“Pengembangan layanan ini dilakukan secara bertahap agar implementasinya optimal, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian menyampaikan bahwa kerja sama dengan MRT Jakarta merupakan bentuk komitmen Amar Bank dalam mendukung transformasi digital layanan publik. Menurutnya, embedded banking menjadi fondasi penting dalam membangun infrastruktur layanan keuangan yang dapat diadopsi lintas ekosistem.
“Transformasi digital layanan publik tidak cukup hanya dengan menambah opsi pembayaran. Yang dibutuhkan adalah infrastruktur perbankan yang dapat ‘hidup’ di dalam ekosistem aktivitas sehari-hari,” kata Vishal. (*/CHI)
Baca Juga: Stasiun Jatake Mulai Beroperasi Akhir Januari 2026
























