Home Berita Menteri PU Sebut ODOL Penyebab Utama Kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi

Menteri PU Sebut ODOL Penyebab Utama Kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi

Share

JAKARTA, LINTAS – Kecelakaan beruntun yang terjadi di jalan tol Ciawi, Jawa Barat, semakin menunjukkan dampak buruk dari keberadaan kendaraan over dimension over loading (ODOL).

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kendaraan ODOL menjadi faktor utama kecelakaan tersebut.

Dalam keterangannya setelah rapat kerja dengan Komisi V DPR-RI, Dody mengatakan bahwa keberadaan kendaraan ODOL yang memasuki jalan tol telah tercatat melalui sistem weight in motion milik Jasa Marga.

“Data dari Jasa Marga menunjukkan bahwa kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah kendaraan ODOL. Ini menjadi peringatan serius bagi kita semua,” kata Dody.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya menekan jumlah kendaraan ODOL yang beroperasi di jalan tol untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Kecelakaan beruntun di tol Ciawi ini menyoroti masalah lama terkait kendaraan ODOL. Kendaraan ODOL tidak hanya berbahaya bagi keselamatan, tetapi juga merusak infrastruktur jalan.

Dody menjelaskan bahwa meskipun sistem weight in motion sudah dipasang oleh Jasa Marga untuk mendeteksi kendaraan dengan berat berlebih, namun pengawasan terhadap kendaraan ODOL masih perlu ditingkatkan.

“Jasa Marga sudah mengambil langkah proaktif dengan memasang weight in motion, namun masih banyak kendaraan ODOL yang lolos masuk. Ini menunjukkan bahwa pengawasan harus lebih ketat,” tambah Dody.

Evaluasi Kementerian PU

Terkait kecelakaan tersebut, Dody mengungkapkan bahwa koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Perhubungan, sudah dimulai untuk mencari solusi jangka panjang.

Kementerian PU bersama Kementerian Perhubungan sedang menyusun langkah-langkah strategis untuk menangani masalah ini, terutama menjelang arus mudik Lebaran 2025.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, bahkan beliau (Menteri Perhubungan) sudah memberikan beberapa saran terkait penataan jalur-jalur vital, seperti dekat Pelabuhan Merak, agar kendaraan ODOL bisa dihindari dan tidak melewati jalur tol utama,” ujar Dody.

Selain itu, Dody juga mengungkapkan bahwa perservasi jalan akan diprioritaskan pada ruas-ruas yang paling membutuhkan perbaikan, meskipun anggaran terbatas.

“Anggaran memang terbatas, tetapi kami akan memilih dengan sangat selektif jalan yang harus diprioritaskan agar arus mudik berjalan lancar,” jelasnya.

Baca Juga: Menteri PU Imbau Upaya Mitigasi ODOL dan Perbaikan Jalan Tol

ODOL Jadi Masalah Besar

Kendaraan ODOL bukan hanya mengancam keselamatan, tetapi juga memperburuk kualitas jalan. Dody menyadari bahwa penyelesaian masalah ini tidak mudah dan membutuhkan kerja sama semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami akan terus mengawasi dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengurangi jumlah kendaraan ODOL di jalan-jalan utama,” tegas Dody.

Kementerian PU juga akan memperkuat penegakan hukum terhadap kendaraan ODOL yang melanggar aturan.

Dody mengungkapkan bahwa beberapa langkah teknis, seperti pemasangan sensor tambahan di beberapa titik strategis, sedang dipertimbangkan untuk menanggulangi masalah ini. (GIT)

Share