JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan Gedung Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum (STT PU) Jakarta, setelah pelaksanaan wisuda terhadap 40 lulusan STT PU pada Rabu (2/10/2024). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Basuki.
Menteri Basuki mengatakan, fasilitas yang dimiliki STT PU adalah untuk pendidikan anak-anak Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan, Ketua STT PU dan dan seluruh pengurus STT PU.
“Ini fasilitas pendidikan tinggi PU yang akan kita manfaatkan untuk pendidikan anak-anak kita. Terima kasih Ketua Yayasan dan Ketua STT PU beserta seluruh pengurusnya yang telah bahu-membahu untuk meningkatkan mutu pendidikan kita ini,” kata Menteri Basuki.

Sebelumnya, peresmian Gedung STT PU diawali dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) dengan para mitra STT PU, yang terdiri dari PT. Moya Indonesia, Medco Foundation, PT. Brantas Abipraya dan Komite, dan Politeknik Pekerjaan Umum Semarang. Penandatanganan Mou tersebut disaksikan oleh Menteri PUPR Basuki.
“Rekan-rekan sekalian, khususnya para mitra yang baru saja menandatangani MoU dengan STT PU, pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas support penuhnya dalam rangka pendidikan tinggi kita, mudah-mudahan MoU ini punya nilai ibadah kita untuk pendidikan di Indonesia,” kata Menteri Basuki.
Sementara, Ketua STT PU Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan tujuan kerja sama dengan para mitra tersebut.
“Kerja sama ini dilakukan untuk menambah jumlah dosen dan praktisi yang dapat mengajar di STT PU serta menyediakan tempat magang bagi mahasiswa kami dengan harapan bisa langsung bekerja setelah lulus. Pembangunan gedung dan perjanjian kerja sama ini merupakan awalan bagi STT PU untuk dapat berkembang dengan lebih baik,” kata Arie.

Komitmen Meningkatkan STT PU
Menteri Basuki menyatakan komitmennya untuk terus membantu peningkatan STT PU demi mencapai target perolehan akreditasi unggul dalam 2 tahun ke depan, salah satunya melalui penambahan fasilitas sarana dan prasarana.
“Jadi, ke depan, saya ingin berkomitmen dengan Cipta Karya untuk terus membantu peningkatan STT PU ini,” ujar Menteri Basuki.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR yang diwakili oleh Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Essy Asiah menjelaskan bahwa gedung kampus STT PU dibangun pada tahun 2024 dengan biaya sekitar Rp 20 miliar.
Selain itu, gedung dengan daya tampung sekitar 330 mahasiswa ini terdiri dari 9 ruang kelas dan 5 laboratorium serta dilengkapi taman dan amphitheater. Rencananya ke depan juga akan dilengkapi dengan sarana olahraga.
“Diharapkan dengan adanya gedung ini dapat meningkatkan mutu sarana pendidikan yang berdaya saing dan bertaraf internasional dalam rangka menyediakan sarjana teknik dan tenaga profesional yang siap bekerja, berintegritas dan kompeten,” kata Essy.
Akan tetapi, Menteri Basuki menilai bahwa anggaran pembangunan STT PU jauh di bawah bantuan pembangunan yang diberikan kepada kampus-kampus lainnya di Indonesia, yang mencapai hingga ratusan miliar, yang digunakan untuk pembangunan asrama, Kantor Rektorat, maupun kelas kampus-kampus tersebut.
“Rp 20 miliar belum memadai sama sekali untuk satu kampus setingkat STT PU,” kata Basuki.

Fasilitas dan Semangat Kebersamaan Kunci Meraih Akreditasi Unggul
Rencana untuk menjadikan STT PU sebagai sekolah berakreditasi unggul, menurut Menteri Basuki, dapat dicapai dengan ketersediaan fasilitas dan semangat kebersamaan.
“Saya kira dengan fasilitas dan semangat kita bersama, Insyaallah, tidak susah untuk kita capai, apalagi dengan prodi khusus bidang PU,” ujar Basuki.
Kemudian, terkait pengadaan beasiswa untuk para mahasiswa STT PU, Menteri Basuki menilai, hal itu dapat dilakukan melalui dukungan para mitra STT PU.
“Saya kira, kita dapat merayu para mitra supaya mereka bisa memberikan beasiswa dari CSR-nya,” kata Menteri Basuki.
Setelah melakukan peresmian, Menteri Basuki meninjau Laboratorium Teknik Lingkungan dan Laboratorium Perkerasan Tanah di STT PU.

Turut hadir dalam peresmian itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto, Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Bangunan Maulidya Indah Junica, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi Canka Amprawati Suryadi Putri, para Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian PUPR, Ketua Yayasan Pendidikan Putra Bambang Esti Marsono serta para senat dan civitas akademika STT PU. (MSH)































