Home Berita Libur Isra Mikraj 2026, 1,2 Juta Kendaraan Bakal Padati Tol Jabotabek

Libur Isra Mikraj 2026, 1,2 Juta Kendaraan Bakal Padati Tol Jabotabek

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan lonjakan arus lalu lintas yang signifikan pada periode libur panjang Isra Mikraj 2026.

Sebanyak 1.288.991 kendaraan diperkirakan akan melintasi gerbang tol utama untuk keluar dan masuk wilayah Jabotabek selama empat hari, terhitung sejak Kamis hingga Minggu (15-18 Januari 2026).

Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 5,56% dibandingkan dengan volume lalu lintas normal yang biasanya berada di angka 1,22 juta kendaraan.

Titik Fokus Kepadatan

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa arus kendaraan akan terpusat di empat Gerbang Tol (GT) Utama, GT Cikampek Utama (Arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (Arah Bandung), GT Ciawi (Arah Puncak) dan GT Cikupa (Arah Merak).

“Kami memastikan kesiapan layanan operasi berjalan optimal, terutama di rute-rute menuju destinasi wisata favorit seperti Tol Jagorawi untuk arah Puncak, serta Tol Jakarta-Cikampek dan Cipularang untuk arah Bandung dan Trans Jawa,” ujar Rivan dalam keterangan resminya, Kamis (15/1).

Rincian Distribusi Kendaraan

Berdasarkan data Jasa Marga, pergerakan kendaraan terbagi hampir merata antara arus keluar dan masuk: Arus Keluar Jabotabek (643.232 Kendaraan):

  • Arah Timur (Trans Jawa & Bandung): 285.072 kendaraan (Naik 9,59%).
  • Arah Selatan (Puncak): 170.334 kendaraan (Naik 5,64%).
  • Arah Barat (Merak): 187.826 kendaraan (Turun 4,12%).

Arus Masuk Jabotabek (645.759 Kendaraan):

  • Arah Timur: 288.440 kendaraan (Naik 12,69%).
  • Arah Selatan: 169.181 kendaraan (Naik 8,22%).
  • Arah Barat: 188.138 kendaraan (Turun 1,79%).

Antisipasi Musim Hujan dan Rekayasa Lalu Lintas

Mengingat periode libur ini bertepatan dengan musim penghujan, Jasa Marga telah berkoordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi curah hujan menengah hingga tinggi. Tim Satgas Jasa Marga disiagakan penuh untuk melakukan pemeliharaan infrastruktur secara cepat guna mencegah gangguan di jalan tol.

“Keamanan pengguna jalan adalah prioritas. Kami bekerja sama dengan pihak Kepolisian untuk menerapkan rekayasa lalu lintas seperti contraflow jika terjadi kepadatan yang melebihi kapasitas jalan,” tambah Rivan. (CHI)

Baca Juga: Travoy Tampil dengan Wajah Baru, Perkuat Layanan Digital Jalan Tol Jelang Lebaran 2026

Oleh:

Share