JAKARTA, LINTAS – Arus lalu lintas di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, mulai direkayasa sejak Senin (5/10/2026) seiring pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI–Kota. Rekayasa dilakukan bertahap hingga 31 Maret 2027.
PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor menerapkan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di area pembangunan Contract Package 202 (CP202).
CP202 mencakup pembangunan Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar dengan panjang pekerjaan sekitar 1,927 kilometer.
Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Rendy Primartantyo mengatakan, rekayasa lalu lintas telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
“PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana senantiasa memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung dengan memasang rambu lalu lintas, marka jalan, dan lampu penerangan jalan umum (PJU),” kata Rendy dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).
Rekayasa Lalin Mangga Besar
Di kawasan Mangga Besar, rekayasa lalu lintas berlangsung dalam tiga tahap.
Pada tahap 4.1, 5–31 Oktober 2026, dan tahap 4.2, 1 November 2026–4 Januari 2027, arus lalu lintas menuju Kota menggunakan tiga lajur di Jalan Gajah Mada yang merupakan mix traffic Transjakarta.
Sementara kendaraan dari arah Kota menuju Harmoni diarahkan melalui satu lajur Jalan Gajah Mada dan dua lajur Jalan Hayam Wuruk, yang juga merupakan mix traffic Transjakarta.
Area pekerjaan berada di sisi utara Grand Paragon atau sisi sungai.
Selanjutnya, pada tahap 4.3 yang berlangsung 5 Januari–31 Maret 2027, lalu lintas menuju Kota tetap menggunakan tiga lajur di Jalan Gajah Mada.
Sedangkan kendaraan dari arah Kota menuju Harmoni menggunakan tiga lajur di Jalan Hayam Wuruk, seluruhnya berupa mix traffic Transjakarta.
Rekayasa Lalin Harmoni
Rekayasa lalu lintas juga diberlakukan di kawasan Harmoni mulai 12 Oktober 2026 hingga 31 Maret 2027.
Pada tahap 4.2, 12 Oktober 2026–31 Januari 2027, arus kendaraan dari Jalan Veteran, Jalan Majapahit, dan Jalan Suryopranoto di Simpang Harmoni menuju Kota dialihkan melalui Jalan Gajah Mada menggunakan jalur contraflow.
Jalur tersebut terdiri dari dua lajur reguler dan satu lajur Transjakarta mix traffic.
Sebaliknya, kendaraan dari arah Kota menuju Simpang Harmoni juga melewati Jalan Gajah Mada melalui jalur contraflow, dengan dua lajur reguler menuju Jalan Majapahit dan satu lajur Transjakarta mix traffic.
Sementara kendaraan menuju Jalan Ir. H. Juanda diarahkan melalui sisi gedung, mulai dari Gedung Padang Merdeka, kemudian berbelok ke sisi sungai.
Pada tahap 4.2A, 1 Februari–31 Maret 2027, kendaraan dari Kota menuju Simpang Harmoni tetap menggunakan Jalan Gajah Mada melalui jalur contraflow, terdiri dari dua lajur reguler menuju Jalan Majapahit dan satu lajur Transjakarta mix traffic.
Kendaraan menuju Jalan Ir. H. Juanda juga tetap diarahkan melalui sisi gedung mulai dari Gedung Padang Merdeka.
Rekayasa Lalin Sawah Besar
Di kawasan Sawah Besar, tahap 3.4.1 berlangsung 12 Oktober 2026–31 Januari 2027.
Pada periode tersebut, kendaraan menuju Kota dapat menggunakan dua lajur mix traffic Transjakarta di Jalan Gajah Mada dan satu lajur di Jalan Hayam Wuruk.
Sementara arus dari arah Kota menuju Harmoni dialihkan melalui Jalan Gajah Mada menjadi tiga lajur mix traffic Transjakarta.
Adapun kendaraan dari Jalan Hasyim Ashari menuju Kota diarahkan melalui Jalan Gajah Mada sisi gedung.
Memasuki tahap 3.4.2 pada 1 Februari–31 Maret 2027, kendaraan menuju Kota tetap menggunakan dua lajur mix traffic Transjakarta di Jalan Gajah Mada dan satu lajur di Jalan Hayam Wuruk.
Arus dari Kota menuju Harmoni kemudian menggunakan Jalan Hayam Wuruk sebanyak tiga lajur mix traffic Transjakarta. Sedangkan kendaraan dari Jalan Hasyim Ashari menuju Kota diarahkan melalui Jalan Gajah Mada sisi sungai.
Rendy meminta pengguna jalan dan angkutan umum memperhatikan perubahan arus selama pekerjaan berlangsung.
“MRT Jakarta meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pekerjaan konstruksi berlangsung. Kami mengimbau agar para pengguna jalan dan pengguna angkutan umum senantiasa mematuhi rambu-rambu serta instruksi petugas di lapangan,” ujar Rendy. (CHI)












