JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai menerapkan migrasi sistem pengetapan pembayaran tiket sejak Senin (12/10/2026).
Melalui sistem ini, pelanggan dapat menggunakan sejumlah kartu uang elektronik perbankan dan Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line pada reader JakLingko yang tersedia di gerbang penumpang atau passenger gate stasiun MRT Jakarta.
Kartu yang dapat digunakan meliputi e-money Mandiri, TapCash BNI, BRIZZI BRI, Flazz BCA, JakCard Bank Jakarta, serta KMT Commuter Line. Kebijakan ini menjadi bagian dari integrasi pembayaran antarmoda transportasi publik di Jakarta melalui sistem JakLingko.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo mengatakan, migrasi sistem tersebut ditujukan untuk memudahkan pelanggan, terutama mereka yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi publik dalam satu perjalanan.
“Integrasi pembayaran juga memungkinkan pelanggan memperoleh tarif integrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Rendy dikutip Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 773 Tahun 2022 tentang Besaran Tarif Layanan Angkutan Umum Massal, tarif perjalanan yang menggabungkan lebih dari satu moda, yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan layanan Transjakarta berbasis bus rapid transit (BRT), dibatasi maksimal Rp10.000 dalam periode tiga jam, sesuai ketentuan tarif integrasi.
Mempercepat Transaksi
Selain akses terhadap tarif integrasi, sistem pembayaran melalui JakLingko diharapkan mempercepat transaksi dan mengurangi potensi kendala saat pelanggan melakukan pengetapan kartu di gerbang stasiun.
Saat ini, fasilitas pembayaran JakLingko telah tersedia di 13 stasiun MRT Jakarta. Infrastruktur tersebut mencakup 186 reader JakLingko dan 60 Balance Check Terminal (BCT) yang dapat digunakan pelanggan untuk memeriksa saldo kartu.
Data MRT Jakarta mencatat, selama Januari 2025 hingga Agustus 2026, sebanyak 40,86 juta perjalanan atau 51,10 persen dari total perjalanan pelanggan tercatat menggunakan gerbang JakLingko.
Pada periode yang sama, terdapat 5,82 juta perjalanan atau 7,28 persen yang menggunakan tarif integrasi.
Pembayaran Terintegrasi
Meski sistem pembayaran terintegrasi mulai diterapkan, tidak semua jenis kartu menggunakan gerbang yang sama.
Pelanggan yang memakai Kartu Single Trip MRT Jakarta tetap harus melakukan pengetapan di gerbang MRT Jakarta. Sementara itu, pengguna kartu EMV atau kartu nirsentuh (contactless) tetap menggunakan reader EMV yang tersedia.
Melalui integrasi ini, MRT Jakarta bersama JakLingko terus mendorong kemudahan transaksi dan konektivitas pembayaran antarmoda agar masyarakat dapat berpindah transportasi dengan lebih praktis, sekaligus memanfaatkan skema tarif integrasi sesuai ketentuan yang berlaku. (CHI)












