JAKARTA, LINTAS – Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter alias PT KCI resmi mendatangkan KRL baru dari China. Satu rangkaian kereta rel listrik berjumlah 12 gerbong dari CCRC Qingdao Sifang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Jumat (31/1/2025).
Setelahnya juga akan menyusul 10 rangkaian KRL lagi yang juga akan tiba di Indonesia pada tahun ini. Kedatangan armada ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas angkut dan kenyamanan pengguna Commuter Line yang semakin meningkat, terutama selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, mengungkapkan bahwa kedatangan kereta baru ini telah dipersiapkan secara matang agar tiba sesuai jadwal yang telah direncanakan.
“Kedatangan kereta baru ini memang sesuatu yang telah kami usahakan agar tepat waktu sehingga dapat membantu mobilisasi pengguna Commuter Line dengan lebih optimal,” ujar Joni dalam keterangannya di web KCI, Kamis (6/2/2025).
Baca Juga: KAI Luncurkan Kereta Api Batavia Relasi Jakarta-Solo PP, Cek Jadwalnya
Sebelum dikirim, kereta baru ini telah melewati Factory Acceptance Test (FAT) atau pengujian di pabrik pembuatannya.
Setelah tiba di Indonesia, kereta akan menjalani serangkaian uji dinamis sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 49 Tahun 2023 mengenai standar, tata cara pengujian, dan sertifikasi kelaikan kereta api berpenggerak sendiri.
“Sesuai aturan, kereta ini harus menjalani uji dinamis untuk memastikan seluruh komponen berfungsi dengan baik sebelum resmi beroperasi melayani masyarakat,” ujar Joni.
Ia juga menekankan bahwa kebutuhan akan armada baru semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah penumpang.
“Pada penghujung tahun 2024, jumlah pengguna Commuter Line mencapai 1.276.209, jauh melampaui periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 985.136 pengguna,” jelasnya.
Lebih lanjut, Joni menegaskan bahwa KAI Commuter akan terus bekerja keras memastikan kesiapan operasional armada baru ini.
“Commuter Line bukan sekadar moda transportasi, tetapi juga bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan tarif yang terjangkau, moda transportasi ini menjadi pilihan utama bagi berbagai lapisan masyarakat di Jabodetabek,” tuturnya.
Joni berharap kehadiran KRL baru ini membawa manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan transportasi perkotaan.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah atas kepercayaan yang diberikan, serta kepada seluruh pengguna Commuter Line yang tetap setia menggunakan KRL sebagai moda transportasi ramah lingkungan dan bebas macet,” ujar dia. (CHI)































