JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat layanan transportasi publik melalui pengembangan elektrifikasi jalur di kawasan urban dan wilayah penyangga. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang meningkat pesat seiring pertumbuhan kawasan hunian, industri, dan aktivitas ekonomi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan tren angka penumpang menunjukkan perubahan pola mobilitas yang semakin meluas.
“Pergerakan masyarakat semakin meluas. Angka-angka ini menunjukkan kebutuhan layanan yang terus berkembang mengikuti aktivitas di berbagai wilayah,” ujarnya dikutip Rabu (8/4/2026).
Elektrifikasi Perkuat Kapasitas dan Fleksibilitas Layanan
Pengembangan elektrifikasi jalur membuka ruang penguatan layanan kereta komuter. Frekuensi perjalanan meningkat, kapasitas angkut bertambah, serta pola operasi menjadi lebih fleksibel mengikuti kebutuhan masyarakat.
Penguatan ini dilakukan melalui kolaborasi KAI dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, termasuk pembangunan jalur ganda, penguatan simpul integrasi seperti Stasiun Manggarai, hingga pengoperasian rangkaian berkapasitas besar dengan headway yang semakin rapat.
Selain meningkatkan layanan, elektrifikasi jalur juga berdampak signifikan pada lingkungan.
- Lintas Rangkasbitung: efisiensi 2,69–2,83 juta ton CO₂e
- Lintas Bogor: efisiensi 4,16–4,37 juta ton CO₂e
- Lintas Cikarang: efisiensi 1,37–1,44 juta ton CO₂e
Total efisiensi dari tiga lintas tersebut mencapai sekitar 8,22–8,64 juta ton CO₂e.
Penumpang Terus Melonjak di Tiga Lintas Utama
Lintas Rangkasbitung
- 2022: 43.317.716 pengguna
- 2025: 77.552.716 pengguna
- Jan–Mar 2026: 20.197.205 pengguna
KA lokal Rangkasbitung–Merak juga meningkat dari 3,6 juta (2023) menjadi 4,46 juta (2025), dan 1,13 juta pada triwulan I 2026.

Lintas Bogor
- 2022: 102.054.022 pengguna
- 2025: 155.009.997 pengguna
- Jan–Mar 2026: 38.203.481 pengguna
Layanan KA Pangrango Bogor–Sukabumi naik dari 786.001 pengguna (2023) menjadi 1.109.398 pengguna (2025), serta 281.659 pada triwulan I 2026.
Lintas Cikarang
- 2022: 55.660.235 pengguna
- 2025: 85.936.774 pengguna
- Jan–Mar 2026: 21.717.664 pengguna
Lintas ini didukung KA lokal menuju kawasan industri hingga Purwakarta.
Ekspansi Elektrifikasi Menuju Wilayah Lebih Luas
Seiring tren peningkatan mobilitas, elektrifikasi jalur diarahkan untuk menjangkau lebih banyak wilayah:
- Rangkasbitung – Merak
- Bogor – Sukabumi
- Cikarang – Cikampek
Pengembangan ini diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru. Anne menambahkan pengembangan dilakukan bertahap agar layanan semakin mudah dijangkau, nyaman, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.(CHI)
Baca Juga: Pemerintah Percepat Implementasi Zero ODOL 2027































