Home Berita KPBU Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan Selesai, Kemantapan Jalan 100 Persen

KPBU Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan Selesai, Kemantapan Jalan 100 Persen

Share

Jakarta, Lintas — BBPJN Sumsel menyelesaikan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan dengan kemantapan jalan 100 persen.

Preservasi atau pemeliharaan Jalintim di Sumatera Selatan (Sumsel) ini sesuai dengan target sejak dimulai pada 2020 oleh Pejabat Pembuat Komitmen KPBU AP Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan (PPK KPBU AP BBPJN Sumsel).

“Proyek KPBU Jalintim Sumsel saat ini dalam tahap komisioning. Dalam pemeriksaan hasil pekerjaan Insya Allah bisa kami selesaikan pada Agustus 2023,” kata PPK KPBU AP BBPJN Sumsel Perwira Manggala Wicaksana dalam wawancara online dengan Majalah Lintas, Rabu (2/8/2023).

Proyek KPBU Jalintim Sumsel merupakan preservasi jalan sepanjang 29,87 km, terdiri dari enam ruas jalan dan 14 jembatan.

Sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) yakni PT Jalintim Adhi Abipraya, kerja sama PT Brantas Abipraya dan Adhi Karya, dengan investasi Rp 982 miliar.

KPBU Jalintim Sumsel. | Dok. KPBU BBPJN Sumsel

“Konstruksi sudah selesai semua, 100 persen. Kami tinggal menunggu hasil uji teman-teman dari Ditjen Perhubungan Darat,” lanjut Perwira.

Struktur jalan memakai bahan rigid untuk empat lajur. Masing-masing lajurnya 3,5 meter, dengan tebal pavement 30,5 cm, ditambah bahu jalan 2 meter dengan rigid juga. Median eksisting jalan bervariasi antara 3 dan 5 meter.

Ditambah fasilitas trotoar 30 km kanan-kiri, total panjangnya 60 km. Lalu, dibuat saluran air untuk mengatasi delapan genangan air penyebab banjir. Tak ketinggalan penerangan jalan umum, marka, dan rambu-rambu lalu lintas.

Jalintim Sumsel ini merupakan rute penting karena menghubungkan antara Palembang-Jambi dan Palembang-Lampung.

“KPBU ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan di dalam kota yang Lalu Lintas Harian (LHR) bisa mencapai 25.000 per hari,” ujar Perwira.

Manfaat KPBU

Proyek KPBU ini terbukti mampu menghasilkan kemantapan jalan 100 persen pada akhir 2022, atau setelah berjalan dua tahun.

Padahal, pada semester I tahun 2020, kemantapan jalan hanya 78 persen.

Kenaikan kemantapan jalan bisa mencapai 22 persen dalam dua tahun.

“Hal ini karena penanganan tuntas dalam satu waktu, tidak seperti proyek reguler,” sebut Perwira.

Baca juga: Secara Bisnis, Skema KPBU Menjanjikan

Jembatan Timbang dan Kearifan Lokal

Untuk menjaga kualitas dan pemeliharaan jalan, diaktifkan dua Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

UPPKB atau yang dikenal dengan Jembatan Timbang ini berada di Talang Kelapa dan Kertapati.

Dua jembatan timbang ini juga sedang dalam komisioning oleh Ditjen Hubdar.

Jembatan Timbang KPBU Sumsel. | Dok. KPBU BBPJN Sumsel
Jembatan Timbang KPBU Sumsel. | Dok. KPBU BBPJN Sumsel

UPPKB ini dipasang alat Weight In Motion (WIM) untuk melacak kendaraan bermuatan lebih di jalan, dengan kategori Over Dimension Over Load (ODOL).

Alat ini dilengkapi layar yang langsung bisa mendeteksi ODOL di jalan.

“Jika ada indikasi kelebihan muatan, maka kendaraan akan diarahkan petugas masuk ke jembatan timbang atau UPPKB,” tutur Perwira.

Pada Proyek KPBU Jalintim Sumsel ini juga dihiasi motif kearifan lokal berupa hiasan Songket di trotoar.

Lalu, “di dua titik kumpul atau plasa yang dibuat, telah disematkan hiasan Topi Tanjak dan Songket”, ujar wira. (PAH/EDW)

Baca Juga: Sukses Laksanakan KPBU Jalintim, BPJN Sumsel Tuai Penghargaan

Share

Foto Pilihan Lainnya