Home Berita Kontribusi WIKA Group dalam Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kontribusi WIKA Group dalam Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Share

JAKARTA, LINTAS — Kelompok usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk turut berkontribusi dalam beroperasinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Kontribusi seperti apa yang dilakukan oleh salah satu BUMN tersebut dalam KCJB?

Kontribusi WIKA dalam proyek pembangunan KCJB beraneka ragam. Beragamnya lingkup pekerjaan ini dilakukan bersama-sama dengan sejumlah stakeholder, termasuk internal group.

Pada praktiknya, sejumlah pekerjaan dilakukan dengan metode tertentu yang memiliki keunggulan.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan dalam siaran pers, Rabu (27/9/2023), peran serta WIKA Group dalam pembangunan proyek KCJB sekaligus menjadi sebuah kesempatan untuk adanya transfer knowledge. Terutama bagi WIKA Group dalam hal pembangunan konstruksi kereta cepat.

Baca juga: Dukung Ketersediaan Air Baku di Palu, Wika Cetak 1.080 Beton Precast

Pada pengembangan metode kerja, transfer knowledge yang berlangsung diwujudkan dengan penerapan metode Cast in Situ untuk full span girder.

Metode Cast in situ secara umum merupakan metode pengecoran di tempat langsung secara bertahap per segmennya.

Keunggulan pada proyek ini, metode cast in situ dilaksanakan secara full span dan sekaligus dengan penyusunan 137 full span box girder pada lintasan kereta cepat.

Kereta Cepat Jakarta Bandung. | Dok. KCIC
Kereta Cepat Jakarta Bandung. | Dok. KCIC

Pada proyek ini, WIKA Group juga mengerjakan tiga stasiun kereta cepat yakni Stasiun Halim, Karawang, dan Padalarang.

Selain itu WIKA mengerjakan pada lingkup subgrade, jembatan, slab track, pier column, dan box girder.

Kolaborasi Entitas

Pelaksanaannya juga turut menyertakan kolaborasi WIKA Group yakni WIKA Gedung, WIKA Beton, WIKA Industri Konstruksi.

WIKA Beton sebagai entitas anak berkontribusi dalam memproduksi slab track sebanyak 14.786 unit.

Slab track merupakan jenis bantalan beton kereta api pengganti ballast, yang digunakan pada lintasan dengan kecepatan lebih dari 350 km/jam dan beberapa jembatan.

Dengan mengadaptasi teknologi dari Tiongkok, slab track dapat diproduksi dengan struktur berkualitas tinggi yang dapat menjaga kenyamanan dan kestabilan kereta, biaya yang lebih efisien disertai perawatan yang relatif mudah.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). | Dok. KCIC
Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). | Dok. KCIC

Tidak hanya itu, WIKA Beton juga berkontribusi besar dalam penyediaan struktur beton, antara lain pier, girder, pile cap, dan bored pile yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan pada masing-masing letak pembangunan jembatan.

Mutu dan kualitas beton diperhatikan dengan spesifikasi materialnya yang terbuat dari Pasir Tayang di Kalimantan, sehingga berpengaruh pada daya tahan beton mencapai 100 tahun.

Selain WIKA Beton, terdapat dua entitas anak lainnya yang terlibat dalam pembangunan KCJB. WIKA Gedung yang memiliki spesialis pada bidang konstruksi bangunan gedung berkontribusi dalam pembangunan Stasiun Halim, Karawang, dan Auxiliary Building pada stasiun Padalarang.

Sementara itu, WIKA Industri Konstruksi ikut andil dalam fabrikasi baja dan instalasi erection pada Stasiun Halim, LRT-HSR integrasi, dan Stasiun Karawang serta pemasangan sound barrier pada lintasan KCJB. (BAS)

Baca Juga: Tahapan Operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sampai Januari 2024

Share