JAKARTA, LINTAS — PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja positif. Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp 40,02 miliar dengan pendapatan usaha mencapai Rp 3,59 triliun, menegaskan ketahanan bisnis di tengah persaingan industri konstruksi nasional yang kian kompetitif.
Sepanjang 2025, WIKA Beton berhasil membukukan omzet kontrak baru sebesar Rp 4 triliun. Perolehan ini ditopang diversifikasi portofolio proyek yang adaptif, dengan sektor infrastruktur menjadi kontributor terbesar sebesar 55,53%, disusul sektor industri 17,19%, kelistrikan 11,17%, dan sektor lainnya 16,11%.
Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjangkau berbagai lini teknis konstruksi secara berkelanjutan.
Syailendra Ogan, Direktur Keuangan, Human Capital, & Manajemen Risiko WIKA Beton, menyatakan kinerja ini mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi dan transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan.
“Perbaikan struktur keuangan dan peningkatan likuiditas menjadi fondasi penting bagi WIKA Beton untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memperkuat daya saing di pasar konstruksi nasional maupun global,” ujarnya dari keterangan yang diterima, Jumat (27/3/2026).
Didominasi Segmen Swasta
Dari sisi klasifikasi pelanggan, kontrak baru didominasi segmen swasta sebesar 54,86%, diikuti BUMN 21,65%, kemitraan strategis (KSO/JO) 18,32%, serta internal WIKA 5,17%. Tingginya porsi pelanggan swasta menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kualitas produk dan layanan WIKA Beton.
Di tengah tantangan pasar, perusahaan juga memperkuat fundamental keuangan. Total liabilitas turun signifikan 25,76% menjadi Rp2,60 triliun dibandingkan Rp3,50 triliun pada 2024. Penurunan ini dipicu pelunasan sebagian utang usaha sebesar Rp548,64 miliar dan berkurangnya utang jangka panjang Rp 134,32 miliar.
Struktur Permodalan
Perbaikan tersebut berdampak langsung pada struktur permodalan. Debt to Equity Ratio (DER) membaik dari 95,15% menjadi 70,66%, sementara current ratio meningkat ke level 130,42%. Kondisi ini menandakan likuiditas perusahaan semakin sehat dan daya tahan finansial kian kuat.
Sejalan dengan transformasi menuju infrastruktur beton inovatif dan berkelanjutan, WIKA Beton terus mengoptimalkan aset dan memperkuat posisi dalam konstruksi hijau. Upaya tersebut turut ditandai dengan perolehan skor ESG 71 dari S&P Global, yang menempatkan perusahaan dalam 13% teratas perusahaan material konstruksi global.
“Dengan capaian tersebut, WIKA Beton optimistis melangkah ke depan sebagai pemain industri yang semakin sehat, efisien, dan berkelanjutan,” tutur Syailendra. (*/CHI)
Baca Juga: Percepat Penataan Bantaran Rel, Presiden Instruksikan KAI Inventarisasi Permukiman































