Home Berita WIKA Beton Raih EPD dan Kenalkan WHOME ke Delegasi Singapore Green Building Council

WIKA Beton Raih EPD dan Kenalkan WHOME ke Delegasi Singapore Green Building Council

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) menerima kunjungan resmi dari 14 delegasi Singapore Green Building Council (SGBC) yang dipimpin CEO SGBC, Yvonne Soh, di Pabrik Produk Beton (PPB) Bogor.

Kunjungan ini menandai langkah penting dalam memperkuat kolaborasi lintas negara untuk mendorong konstruksi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi SGBC memberikan apresiasi atas capaian WIKA Beton yang berhasil meraih sertifikat Environmental Product Declaration (EPD) internasional, menjadikan perusahaan ini pionir beton di Indonesia yang tersertifikasi EPD.

Sertifikasi tersebut diverifikasi secara independen oleh Lembaga 2B Srl Italia dengan mengacu pada standar ISO 14025 dan ISO 14040. Melalui EPD, dampak lingkungan dari siklus hidup produk beton pracetak dapat dinilai secara transparan.

“Pencapaian sertifikasi EPD internasional ini menjadi bukti nyata komitmen WIKA Beton dalam mendukung konstruksi berkelanjutan. Kehadiran SGBC di pabrik kami semakin memotivasi untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menghadirkan produk yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Yushadi, Corporate Secretary PT WIKA Beton, dalam keterangannya dikutip Sabtu (20/9/2025).

Inovasi rumah modular

Selain memaparkan capaian keberlanjutan, WIKA Beton juga memperkenalkan inovasi rumah modular pracetak bernama WIKA Beton Home (WHOME).

Produk ini memungkinkan proses pembangunan berlangsung lebih cepat—hanya sekitar 48 jam—tanpa bantuan alat berat. WHOME resmi diperkenalkan pada Agustus 2025 dan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan solusi konstruksi efisien sekaligus ramah lingkungan.

Sebagai informasi, Singapore Green Building Council (SGBC) merupakan lembaga non-profit yang berdiri sejak 2009 dan menjadi satu-satunya organisasi di Singapura yang menghimpun kolaborasi sektor publik dan swasta dalam mewujudkan lingkungan binaan berstandar internasional dan berkelanjutan.

Bersama Building and Construction Authority (BCA), SGBC mengembangkan skema Green Mark yang hingga Maret 2025 telah mensertifikasi lebih dari 2.590 bangunan di Singapura. Program ini berhasil mencatat efisiensi energi tahunan lebih dari 4,2 miliar kWh dengan penghematan biaya mencapai S$1,3 miliar per tahun—setara dampak positif lingkungan dari penanaman ulang hutan seluas lebih dari 13 kali luas Singapura.

SGBC juga berperan sebagai lembaga sertifikasi produk dan jasa bangunan hijau pertama di Singapura yang diakui Singapore Accreditation Council (SAC). Keberhasilan organisasi ini diakui secara internasional, baik melalui kolaborasi lintas negara maupun penghargaan atas kepemimpinannya dalam transformasi bangunan ramah lingkungan.

“Kunjungan SGBC ke WIKA Beton menjadi simbol pengakuan atas standar praktik lingkungan perusahaan Indonesia tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis dua negara dalam mengembangkan sektor konstruksi hijau,” tutur Yushadi.

Baca Juga: WIKA Beton Luncurkan W-HOME, Rumah Pracetak Tahan Gempa yang Bisa Dibangun 48 Jam

Ia menambahkan, langkah ini dinilai sebagai tonggak baru untuk mendorong transformasi industri konstruksi Tanah Air menuju praktik yang lebih transparan dan berkelanjutan, sejalan dengan tren global dalam pengelolaan lingkungan binaan. (*/CHI)

Oleh:

Share