JAKARTA, LINTAS — Layanan Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi pada Senin (1/12) dan langsung dimanfaatkan oleh 87 pengguna hingga pukul 15.00 WIB.
Pada hari pertama ini, KAI Commuter mengoperasikan enam perjalanan, seluruhnya dirangkaikan dengan Commuter Line Merak dari Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Merak.
“Sebanyak 36 pengguna Kereta Petani dan Pedagang naik di Stasiun Cikeusal menuju kedua arah tersebut,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, Senin (1/12/2025).
Karina menegaskan bahwa kereta khusus ini memberikan ruang terpisah bagi keranjang dan barang bawaan petani serta pedagang, sehingga tidak bercampur dengan pengguna reguler.
“Agar semua pengguna—baik reguler maupun petani dan pedagang—tetap nyaman,” ujarnya.

Melayani 14 Perjalanan
Ke depan, layanan ini akan melayani 14 perjalanan setiap hari mengikuti jadwal perjalanan Commuter Line Merak. Berdasarkan pemantauan di lapangan, Stasiun Cikeusal menjadi stasiun dengan pengguna terbanyak, dengan total 36 penumpang naik untuk menuju arah Rangkasbitung maupun Merak.
Sementara itu, volume pengguna reguler Commuter Line Merak hingga sore hari tercatat mencapai 8.405 orang. Karina menambahkan bahwa peluncuran layanan Kereta Petani dan Pedagang merupakan wujud semangat gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan pedagang di wilayah operasional Commuter Line.
Kemudahan Akses dengan Kartu Petani dan Pedagang
Untuk menggunakan layanan ini, calon penumpang dapat melakukan registrasi di loket stasiun dengan membawa kartu identitas untuk memperoleh Kartu Petani dan Pedagang. Pemilik kartu mendapat berbagai kemudahan, mulai dari:
- Pemesanan dan pembelian tiket mulai H-7 sebelum keberangkatan.
- Akses boarding ke area tunggu dua jam sebelum jadwal perjalanan.
- KAI Commuter juga menerapkan ketentuan barang bawaan.
“Setiap penumpang hanya diperkenankan membawa maksimal dua koli atau dua tentengan dengan dimensi per barang tidak lebih dari 100 cm x 40 cm x 30 cm. Barang berbau menyengat, hewan ternak, barang mudah terbakar, serta senjata tajam atau api dilarang dibawa,” ujar Karina.
Baca Juga: KAI Kebut Normalisasi Jalur Kereta di Sumatera yang Rusak Akibat Banjir dan Longsor
Ia berharap layanan ini dapat menjadi penggerak ekonomi lokal di wilayah operasional Commuter Line. “Diharapkan kehadiran Kereta Petani dan Pedagang ini memberikan nilai tambah bagi pergerakan roda ekonomi di kawasan sekitarnya,” tuturnya. (CHI)





