PANGKALPINANG, LINTAS — Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bangka Belitung (BPJN Babel) Dadi Muradi membuka Seminar Daerah sebagai rangkaian kegiatan menjelang Peringatan Hari Jalan 2023 dengan dua buah pantun.
Biarkan kayu terbakar menjadi abu,
Abunya putih bagaikan susu,
Hari Jalan yang selalu kita tunggu,
Kalau berhasil terpadu semangat melaju
Ikan gurame ikan gabus
Ikan arwana makannya tikus
Biar silaturahmi tidak terputus
Pinjam dulu seratus…
Dua pantun Dadi Muradi disambut meriah tepuk tangan hadirin, menandai pembukaan Seminar Daerah.
Seminar Daerah bertema Mewujudkan Digitalisasi Infrastruktur Menuju Konstruksi Jalan yang Andal dan Berkelanjutan diselenggarakan di Pangkalpinang pada Kamis (30/11/2023).
Seminar yang digelar di Auditorium BPJN Babel ini diikuti peserta dari pegawai PUPR dan mahasiswa Universitas Bangka Belitung dan Universitas Muhammadiyah Babel.

(Kepala BPJN Babel Dadi Muradi membuka Seminar Daerah menyambut Hari jalan 2023. | Majalah Lintas/Edwan Ruriansyah)
“Kami melaksanakan kegiatan ini dalam rangka mensosialisasikan bahwa di Kementerian PUPR ada Hari Jalan. Ini kebanggaan kami sebagai insan Bina Marga. Sebagai insan yang menyelenggarakan preservasi, pembangunan dan kegiatan-kegiatan di bidang jalan,” lanjut Dadi Muradi.
Baca juga: BPJN Babel Tekankan Pentingnya Pembinaan Gateball
Narasumber acara Seminar Daerah ini yaitu Kasubdit Analisa Data dan Pengembangan Sistem Ditjen Bina Marga Firman Permana Wandani, Rektor Universitas Muhammadiyah Babel Fadillah Sabri, serta Ketua Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI) Babel Elfiyena.

“Penerapan BIM (Building Information Modelling) merupakan perwujudan digitalisasi di Bina Marga,” ujar Firman Permana Wandani dalam paparannya.
Sedangkan menurut Rektor Unmuh Babel Fadillah Sabri, penerapan digitalisasi dalam infrastruktur jalan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan serta memungkinkan pengelolaan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan kondisi.
“Infrastruktur jalan yang andal dan berkelanjutan harus mempertimbangkan kebutuhan sekarang dan masa depan, meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang menggunakan jalan tersebut,” kata Fadillah dalam paparannya.
Salah satu mahasiswa dari Universitas Bangka Belitung Muhammad Rizki Nabil menyambut baik seminar ini. “Seminar ini memberikan output yang bagus dan baru untuk dikembangkan. Kami berharap seminar digitalisasi ini juga bisa memberikan aplikasi atau terapannya bagi mahasiswa,” ujar Nabil.
Sementara itu, Ketua HPJI Babel Elfiyena mengajak perguruan tinggi, kontraktor, konsultan dan Pemerintah Daerah agar menjadi anggota HPJI. “Karena HPJI merupakan mitra Pemerintah,” katanya.
Seminar Daerah yang digelar BPJN Babel ini merupakan rangkaian kegiatan menyongsong Peringatan Hari Jalan 2023 yang diperingati setiap tanggal 20 Desember. (EDW/AN)
Baca Juga: BPJN Babel “Gaspol” 9 Paket Jalan Daerah

























