JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat rehabilitasi tahap II jaringan irigasi sekunder Daerah Irigasi (DI) Tingal di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Hingga akhir September 2025, progres fisik proyek mencapai 60 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.
Menteri PU Dody Hanggodo, lewat penjelasan tertulis, mengatakan, rehabilitasi jaringan irigasi menjadi langkah penting. Hal itu untuk memastikan aliran air pertanian menjangkau seluruh lahan, termasuk sawah di wilayah terjauh.
“Kewajiban kami adalah memastikan air mengalir sampai sawah, baik primer, sekunder, maupun tersier. Tidak boleh ada kebocoran, agar betul-betul bermanfaat bagi petani,” ujar Dody, Sabtu (4/10/2025).
Rehabilitasi tahap II ini bertujuan memperkuat penyediaan air pertanian di Desa Geblog dan Desa Keblukan. Luas area layanan mencapai sekitar 100 hektar. Perbaikan dilakukan agar aliran air lebih efisien, terutama pada musim kemarau dan masa tanam ketiga (MT III).
Tingkatkan produktivitas
Secara teknis, pekerjaan meliputi pembangunan saluran induk bendung sepanjang 125 meter. Kemudian rumah pintu air, saluran sekunder kanan sepanjang 664 meter, serta saluran drainase 45 meter. Di sisi kiri, dibangun got miring 85 meter, dinding penahan tanah 85 meter, talang irigasi 50 meter, dan satu unit rumah pintu pengatur debit air.

Proyek ini dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dengan kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya (Persero). Sistem irigasi yang lebih andal diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di hulu DAS Progo, menjaga kontinuitas suplai air, serta mengurangi ketergantungan terhadap curah hujan.
Kementerian PU menegaskan, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi akan terus diperkuat di seluruh Indonesia untuk mendukung swasembada pangan dan kesejahteraan petani, sejalan dengan arah pembangunan dalam visi PU608. (HRZ)
Baca Juga: Menteri PU Dody Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di Temanggung, Prioritaskan Wilayah Miskin





















