JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat mempercepat pembukaan akses menuju Sumatera Utara (Sumut) demi memastikan distribusi logistik bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini menjadi prioritas karena jalur darat di sejumlah titik masih tertutup material longsor dan menghambat bantuan masuk.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya mengalihkan energi peringatan Hari Bakti PU untuk fokus menangani bencana di Sumatera.
“Energi peringatan Hari Bakti PU kami alihkan untuk percepatan penanganan bencana di Sumatera,” ujar Dody pada Hari Bakti ke-80 PU dan Pelepasan Bantuan PU Peduli, Minggu di Jakarta.
Dody menjelaskan bahwa beberapa ruas jalan di pesisir barat Sumatera, khususnya jalur Tarutung–Sibolga, masih menghadapi kondisi berat. Banyak titik longsor menghambat alat berat dan menyebabkan proses pembukaan akses berpotensi memakan waktu lebih lama.
Karena itu, pemerintah mengarahkan distribusi bantuan lewat koridor utara. “Sehingga kemungkinan bisa memakan waktu lama untuk membuka akses. Jadi kami upayakan juga untuk masuk dari arah Barus-Aceh (Koridor Utara),” katanya.
Ia menekankan bahwa pembukaan akses harus berjalan cepat agar tidak terjadi keterlambatan logistik yang bisa menimbulkan dampak sosial tambahan bagi masyarakat yang terisolasi. Kebutuhan pangan, sandang, dan air bersih menjadi prioritas utama.
PU Kerahkan Alat Berat Tambahan
Untuk mempercepat proses di lapangan, Kementerian PU mengerahkan alat berat tambahan dan bekerja bersama TNI, Polri, Basarnas, BNPB, Pertamina, serta pemerintah daerah. Kolaborasi ini diperlukan untuk memastikan seluruh dukungan operasional berjalan optimal.
Dody berharap kondisi cuaca kembali bersahabat agar jalur untuk kendaraan besar bisa ditembus lebih cepat. “Harapan kami cuaca membaik agar akses mobil besar itu bisa tembus Senin (1/12) sore, sehingga bantuan pangan, sandang, hingga air bersih lebih cepat tiba nanti,” ujarnya.
Pada momentum yang sama, kementerian mulai menyalurkan donasi sekitar Rp 1 miliar untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Bantuan logistik ini akan terus menyesuaikan perkembangan kondisi lapangan, terutama setelah akses darat dibuka secara bertahap.
Pemulihan akses jalan menjadi langkah penting untuk memulihkan rantai pasok barang esensial dan mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat. Dengan terbukanya jalur distribusi, suplai kebutuhan pokok akan lebih stabil dan menjangkau daerah-daerah paling terpukul bencana.
BNPB Tekankan Operasi SAR 24 Jam
Sebelumnya, BNPB meminta operasi pencarian dan pertolongan (SAR) berjalan selama 24 jam di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumut. Di Sibolga, tiga orang masih dalam pencarian. Sementara itu, di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, beberapa warga juga dilaporkan belum ditemukan.
Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian meski sejumlah titik terhalang material longsor dan jaringan komunikasi yang terputus. Upaya ini menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan korban dan memastikan seluruh kebutuhan warga terpenuhi di tengah kondisi darurat. (GIT)
Baca Juga:

























