JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi penanganan infrastruktur jalan dan jembatan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga menjelang puncak libur Tahun Baru 2026.
Hingga Rabu (31/12/2025), mayoritas akses strategis yang sempat terputus kini telah kembali berfungsi, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berlangsung relatif lancar di penghujung tahun.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa pemulihan akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah, mengingat perannya yang vital bagi aktivitas masyarakat dan pergerakan logistik, terutama saat periode libur panjang.
“Kementerian PU terus berupaya agar akses jalan dan jembatan yang terdampak bencana dapat kembali fungsional secepat mungkin. Infrastruktur jalan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Dody dalam keterangan tertulisnya.

81 Ruas Jalan Nasionl Terdampak Bencana
Secara keseluruhan, dari 81 ruas jalan nasional terdampak bencana di tiga provinsi tersebut, sebagian besar telah kembali fungsional, baik secara penuh maupun melalui penanganan darurat.
Sementara itu, lebih dari 90 persen jembatan nasional dari total 33 jembatan terdampak kini telah dapat dilalui masyarakat. Adapun sisa ruas jalan dan jembatan yang masih mengalami gangguan terus ditangani secara intensif dengan target fungsional bertahap, khususnya pada jalur-jalur utama dan strategis.
Di Provinsi Aceh, tercatat sebanyak 38 ruas jalan nasional terdampak bencana. Hingga saat ini, seluruh ruas tersebut telah kembali berfungsi dan dapat dilalui kendaraan.
Sementara di Provinsi Sumatera Utara, dari 12 ruas jalan nasional terdampak, sebagian besar juga telah kembali normal.
Namun, masih terdapat satu segmen yang mengalami gangguan, yakni ruas Simpang Rampa–Batulobang–Sibolga sepanjang kurang lebih 17 kilometer, yang merupakan bagian dari ruas batas Kabupaten Tapanuli Utara/Tapanuli Tengah–Kota Sibolga. Penanganan terus dilakukan secara intensif agar ruas tersebut segera kembali fungsional.


Sumatera Barat
Adapun di Provinsi Sumatera Barat, seluruh 31 ruas jalan nasional terdampak telah kembali berfungsi. Meski demikian, dua ruas di kawasan Lembah Anai masih diberlakukan kondisi fungsional terbatas dengan pengaturan lalu lintas tertentu demi menjamin keselamatan pengguna jalan.
Selain penanganan jalan, Kementerian PU juga mempercepat pemulihan jembatan melalui pemasangan Jembatan Bailey di sejumlah titik, baik pada ruas jalan nasional maupun jalan daerah. Salah satunya adalah pemasangan Jembatan Bailey dengan bentang 180 meter di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang berhasil diselesaikan lebih cepat dari jadwal perencanaan, sehingga konektivitas antarwilayah dapat segera pulih.
Untuk mendukung percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana, Kementerian PU telah mengerahkan total 1.452 unit alat berat dan alat pendukung. Jumlah tersebut terdiri atas 382 unit milik Kementerian PU dan 1.071 unit yang berasal dari mitra BUMN Karya. Alat berat tersebut disebar di Provinsi Aceh sebanyak 821 unit, Provinsi Sumatera Utara 291 unit, dan Provinsi Sumatera Barat 341 unit. (CHI)
Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Jembatan Garoga, Akses Warga Tapanuli Selatan Pulih





