Home Berita Jembatan Krueng Tingkeum Dibangun Permanen

Jembatan Krueng Tingkeum Dibangun Permanen

Share

JAKARTA, LINTAS — Pemerintah mulai membangun jembatan permanen di Krueng Tingkeum, Bireuen, Aceh, pada pekan ketiga Januari 2026. Langkah ini diambil untuk memulihkan konektivitas jalur Bireuen-Aceh Utara yang sempat terputus akibat banjir bandang pada 26 November 2025.

Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan pembangunan jembatan duplikasi setelah penanganan darurat rampung. Sebelumnya, arus lalu lintas dipulihkan melalui pemasangan Jembatan Bailey yang berfungsi sejak 27 Desember 2025.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, lewat keterangan tertulis, menegaskan, akses jalan dan jembatan menjadi prioritas saat bencana karena menyangkut mobilitas warga dan distribusi logistik.

“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” ujar Dody.

Jembatan Krueng Tingkeum berada di ruas Bireuen–Aceh Utara (Lintas Timur) yang menghubungkan Bireuen dan Lhokseumawe. Jembatan sepanjang 120 meter itu dibangun pada 2017 dan terputus akibat banjir pada 26 November 2025.

Sebagai solusi cepat, Kementerian PU memasang Jembatan Bailey sepanjang 63 meter pada bentang yang rusak. Selain itu, jalur alternatif Awe Geutah telah difungsikan lebih awal sejak 18 Desember 2025.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Heri Yugiantoro mengatakan, penanganan permanen dipercepat karena jembatan ini merupakan penghubung utama antarwilayah.

“Kami sudah memulai tahapan awal, seperti pembebasan lahan, pemindahan utilitas, dan persiapan pemancangan. Jika tidak ada kendala material, pemancangan perdana direncanakan mulai 20 Januari 2026,” kata Heri.

Keberfungsian kembali akses ini disambut warga. Abdullah (45), pengguna jalan, mengaku aktivitasnya kembali lancar setelah jembatan darurat dibuka.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa lewat lagi. Kami berharap jembatan permanennya cepat selesai supaya lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

Kementerian PU menyatakan akan terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana, dengan mengedepankan solusi permanen yang andal dan berkelanjutan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. (HRZ)

Baca Juga: Pemeliharaan Pascabencana di Tol Binjai–Langsa Ditargetkan Rampung 20 Januari 2026

Share