Home Berita Jembatan Bailey Pulihkan Akses di Aceh

Jembatan Bailey Pulihkan Akses di Aceh

Share

JAKARTA, LINTAS — Pemerintah mempercepat pemulihan akses darat di Aceh dengan mengandalkan jembatan darurat Bailey untuk membuka kembali wilayah yang terisolasi akibat banjir bandang. Lima jembatan strategis kini ditangani agar jalur distribusi dan mobilitas warga segera pulih.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama TNI dan BUMN Karya memusatkan pekerjaan pada koridor Pidie–Takengon hingga ruas nasional Banda Aceh–Medan. Ruas ini vital karena menghubungkan lintas tengah Aceh dengan jalur logistik antarprovinsi.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemulihan konektivitas menjadi prioritas pemerintah. “Atas arahan Bapak Presiden, seluruh sumber daya Kementerian PU bergerak maksimal untuk memastikan akses darat segera pulih. Ini menyangkut mobilitas warga dan distribusi bantuan,” ujarnya.

Lima jembatan yang ditangani yakni Jeurata, Krueng Pelang, Titi Merah, Krueng Tingkeum, dan Krueng Beutong. Penanganannya saling terkait karena menjadi satu rangkaian jalur utama di wilayah terdampak.

Jembatan Jeurata di Aceh Tengah menjadi kunci awal. Opritnya ditimbun agar segera difungsikan sehingga mobilisasi alat berat ke lokasi lain bisa dilakukan. Setelah itu, pemasangan Bailey direncanakan di Jembatan Krueng Pelang dan Titi Merah.

Sementara itu, Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen, penghubung utama Banda Aceh–Medan, tengah dipasangi pilar baja dan rangka Bailey. Jembatan Krueng Beutong di ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram juga dalam tahap pemasangan untuk membuka akses ke jalur Genting Gerbang–Celala–Takengon.

Seluruh jembatan Bailey yang dipasang berkapasitas 40 ton. Pemerintah berharap langkah ini mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh pascabencana. (HRZ)

Baca Juga: IPPU Aceh Salurkan Donasi untuk Korban Banjir di Bireuen

Share