JAKARTA, LINTAS — Pemerintah mulai mengalihkan penanganan pascabencana di Aceh dari fase tanggap darurat ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Kementerian Pekerjaan Umum memastikan seluruh sektor infrastruktur bergerak serentak agar pemulihan berlangsung cepat dan merata.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, melalui keterangan tertulis, mengatakan, penanganan dilakukan secara terpadu di sektor sumber daya air, jalan, permukiman, dan prasarana strategis. Langkah ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak ada wilayah yang terisolasi pascabencana.
“Penanganan harus dilakukan bersama dan serentak supaya pemulihan segera dirasakan masyarakat. Tidak boleh ada satu pun kabupaten dan kota yang terputus,” kata Dody saat meninjau pemancangan pertama Jembatan Permanen Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen, Aceh, Rabu (21/1/2026).

Pada sektor sumber daya air, Kementerian PU memprioritaskan pembenahan bendung, pengamanan sungai, serta pengendalian sedimen. Sejumlah sungai mengalami pelebaran dan pendangkalan akibat bencana sehingga berisiko mengganggu suplai air irigasi.
Selain itu, pengamanan sungai dilakukan melalui pembangunan dan penguatan sabo dam di wilayah hulu. Proteksi tanggul juga diperkuat untuk mencegah pelebaran sungai yang mengancam permukiman dan infrastruktur.
“Sementara waktu kita gunakan sumur bor untuk suplai air sementara. Bersamaan dengan itu, pembenahan bendung dan intake SPAM kita percepat agar cepat selesai,” ujar Dody.
Di sektor permukiman dan prasarana strategis, pembersihan fasilitas umum terus dilakukan. Sasaran meliputi tempat ibadah, sekolah, dan sarana kesehatan agar layanan dasar segera pulih.
Layanan Kesehatan Dasar
Kementerian PU juga membangun puskesmas darurat secara modular. Fasilitas ini dilengkapi layanan kesehatan dasar hingga rawat inap untuk melayani masyarakat terdampak. Selain itu, kawasan hunian terpadu mulai disiapkan dengan dukungan ruang komunal dan area bermain.

Menteri Dody menegaskan, seluruh langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Astacita. “Tidak boleh ada wilayah terisolasi dan tidak boleh ada layanan dasar yang berhenti. Kita bangun kembali Aceh dengan lebih aman dan tangguh,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatera Arie Setiadi Moerwanto menyatakan Kementerian PU siap memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dengan skema terintegrasi.
“Seluruh data sudah dikumpulkan. Kesiapan kami diarahkan untuk mewujudkan build back better,” kata Arie. (HRZ)
Baca Juga: Pengungsi Segera Tempati Huntara Tahap II di Aceh

























