JAKARTA, LINTAS — Menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI mulai bersiap menghadapi lonjakan penumpang yang rutin terjadi setiap akhir tahun.
Persiapan intensif dilakukan lebih awal, khususnya di wilayah Jakarta yang menjadi salah satu pusat keberangkatan utama penumpang kapal laut.
Kepala Cabang PELNI Jakarta, Dicky Dermawan, mengatakan bahwa rapat koordinasi untuk persiapan Nataru biasanya dimulai pada November. Pihaknya memastikan seluruh armada siap beroperasi penuh saat periode puncak pergerakan masyarakat.
“Biasanya rakor mulai November untuk persiapan Nataru. Di Jakarta sudah disiapkan rencana pengoperasian kapal penumpang. Saat ini ada sembilan kapal PELNI di Pelabuhan Tanjung Priok, di antaranya kapal berkapasitas 3.000 penumpang, kapal 2.000 penumpang seperti KM Ciremai, serta dua kapal berkapasitas 1.000 penumpang, yaitu KM Kelimutu dan KM Bukit Raya,” ujar Dicky di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Armada Disiapkan Lewat Pemeliharaan Dini
Untuk memastikan seluruh kapal dalam kondisi optimal, PELNI mempercepat jadwal docking atau pemeliharaan kapal sebelum Desember. Dengan begitu, saat masa puncak libur tiba, seluruh armada sudah siap melayani masyarakat.
“Insya Allah Desember semua kapal yang melaksanakan docking sudah selesai, sehingga pelayanan kapal untuk Nataru bisa berjalan penuh dan semua siap digunakan,” jelas Dicky.
Menurut Dicky, periode puncak arus penumpang kapal laut diperkirakan berlangsung selama sebulan penuh, yakni mulai H-15 Natal (sekitar 10 Desember 2025) hingga H+15 Tahun Baru (sekitar 15 Januari 2026). Meski begitu, hingga kini PELNI belum menetapkan target pasti jumlah penumpang yang akan diangkut.
“Kami memperkirakan peak season berlangsung sekitar sebulan. Target penumpang belum dibahas, namun kami sudah mengantisipasi lonjakan dengan berkoordinasi bersama regulator untuk pengajuan dispensasi penambahan penumpang,” ujarnya.
PELNI juga memprediksi kenaikan jumlah penumpang tahun ini tidak terlalu signifikan, hanya sekitar 2–3 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
“Prediksi peningkatan akhir tahun ada, tapi tidak signifikan karena jumlah armada masih sama. Kenaikan sekitar 2–3 persen saja, kecuali jika ada dispensasi atau penambahan kapal,” tutur Dicky.
Tiket Gratis Masih Menunggu Keputusan
Terkait program tiket gratis kapal laut seperti tahun-tahun sebelumnya, PELNI mengaku masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan BUMN terkait.
Baca Juga: PELNI Apresiasi TNI AL yang Gagalkan Penyelundupan Sabu di Pelabuhan Tanjung Priok
“Untuk tiket gratis belum ada informasi. Biasanya program mudik gratis difasilitasi BUMN, misalnya Pelindo yang tahun lalu menyediakan kapal Pelni untuk rute Jakarta–Ambon dan Jakarta–Sorong, serta Inalum untuk rute Batam–Belawan. Untuk tahun ini, kami masih menunggu arahan dari Kemenhub,” jelas Dicky. (CHI)

























