JAKARTA, LINTAS — Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur mengatakan, setidaknya ada 40 persen warga yang belum melakukan perjalanan mudik dari Jabodetabek.
Karena itu, ia memprediksi kepadatan arus lalu lintas masih bisa terjadi H+1 dan H+2 Idul Fitri 2024, yaitu Kamis dan Jumat (11-12/4/2024).
“Sampai dengan (Senin) sore ini mungkin hampir kurang 40 persen yang sisa belum mudik, yaitu sekitar 750.000 kendaraan,” kata Subakti di Kantor Jasa Marga Km 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin (8/4/2024) malam.
Ia menyebutkan, dari jumlah tersebut diprediksi jumlah kendaraan rata-rata keluar dari Jabodetabek di angka 140.000 setiap hari.
“Jadi, H-1 (Lebaran pemudik di angka) 80.000 sampai 90.000. Sisanya, 100.000 lebih itu di H+1 dan H+2,” kata Subakti.
Meningkat 6-7 Persen
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, jumlah pemudik setiap hari mengalami peningkatan 6-7 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Akan tetapi, ia mengatakan, arus puncak mudik bisa terlampaui dengan baik karena tidak semua pemudik langsung melakukan perjalanan sejak pekan kemarin.
“Jadi, kalau tahun 2023 itu (puncak arus mudik) di H-3, kali ini bergeser di H-4 dengan tingkat puncak arus mudiknya yang turun dan ini tersebar di hari-hari sebelumnya,” kata Listyo. (TNO)

























