KULON PROGO, LINTAS — Jalur kereta api menghubungkan Stasiun Sentolo-Stasiun Wates bekas lokasi KA Argo Semeru anjlok sudah bisa dilalui dengan normal.
VP of Corporate Secretary PT Kereta Api Indonesia (KAI) Raden Agus Dwinanto Budiadji mengungkapkan rel sudah bisa dilewati kereta api dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam.
“Mulai lancarnya operasional kereta api ini berkat kerja keras dan kolaborasi dari seluruh jajaran unit KAI dibantu dengan stakeholders eksternal lainnya,” ujar Agus dalam keterangan PT KAI, Minggu (22/10/2023).
“Sehingga proses perbaikan jalur rel berjalan dengan cepat dan lancar,” lanjutnya.

Ia menuturkan proses perbaikan jalur melibatkan 60 personel.
Alat yang digunakan yakni alat perawatan jalan rel jenis MTT sebanyak 2 unit dan PBR 1 unit.
Baca juga: Kecelakaan Kereta Api di Kulon Progo, PT KAI: Argo Wilis Tabrak Ekor Argo Semeru
“Material yang digunakan dalam proses perbaikan jalur tersebut yaitu 350 buah bantalan rel, 200 meter potongan rel, dan 400 m3 batu kricak,” paparnya.
Penyebab Masih Diinvestigasi
Sebelumnya, jalur Stasiun Sentolo-Stasiun Wates tak bisa beroperasi normal akibat KA Argo Semeru anjlok, Selasa (17/10/2023) siang.
Lalu, gerbong belakang KA Argo Semeru ditabrak Argo Wilis di jalur berlawanan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Peristiwa itu sempat membuat operasional KA dari wilayah DI Yogyakarta menuju DKI Jakarta dibatalkan sampai Rabu (18/10/2023) sore.

Agus menuturkan KAI sudah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut.
“Terkait penyebab anjloknya KA 17 Argo Semeru, KAI telah berkoordinasi dengan KNKT dan Kementerian Perhubungan untuk menginvestigasi kejadian ini,” imbuh dia. (TNO)
Baca Juga: Evakuasi Selesai, Perjalanan Kereta Api Berangsur Normal Seusai Anjloknya Argo Semeru

























