Home Berita Jaga Keselamatan Kapal di Perairan Indonesia, Kemenhub Bentuk Pusat Data Maritim

Jaga Keselamatan Kapal di Perairan Indonesia, Kemenhub Bentuk Pusat Data Maritim

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi membentuk Pusat Integrasi Data Maritim atau Maritime Coordination Center (MCC). MCC ini bertujuan meningkatkan koordinasi dan efektivitas dalam menjaga keselamatan pelayaran di perairan Indonesia.

Pembentukan MCC dilakukan sebagai langkah strategis dalam upaya meningkatkan keamanan maritim dan perlindungan lingkungan laut di Indonesia, yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, menyatakan bahwa MCC akan berfungsi sebagai pusat integrasi data maritim yang beroperasi selama 24 jam penuh.

MCC ini dikelola oleh pegawai dari Direktorat Kenavigasian dan Direktorat Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP), yang siap memantau dan mengoordinasikan berbagai aktivitas terkait keselamatan pelayaran.

“MCC ini berperan sebagai pusat penyedia informasi maritim yang penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan di perairan Indonesia,” ujar Capt. Antoni dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/9/2024) dikutip dari keterangan Kemenhub.

Menurut Capt. Antoni, MCC bertanggung jawab untuk menerima dan menyampaikan Maritime Safety Information (MSI), sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 22 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Penyiaran Informasi Keselamatan Pelayaran.

Selain itu, MCC juga menyusun laporan terkait Navigational Warning, Search and Rescue (SAR), serta informasi keselamatan pelayaran lainnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, menyatakan bahwa MCC akan berfungsi sebagai pusat integrasi data maritim yang beroperasi selama 24 jam penuh. | Dok/BKIP Kemenhub

Mengawasi Kapal Indonesia

Selain memberikan informasi keselamatan, MCC juga menyediakan data pemantauan dan pengawasan kapal secara real-time. Kapal-kapal berbendera Indonesia yang berada di perairan domestik maupun internasional dapat dipantau melalui sistem yang terintegrasi.

“Dengan teknologi ini, kita dapat mendeteksi keberadaan dan pergerakan kapal secara langsung, yang sangat penting dalam menjaga keamanan pelayaran,” tutur Capt. Antoni.

MCC juga terintegrasi dengan berbagai stasiun dan sistem maritim lainnya seperti Stasiun Radio Pantai (SROP), Vessel Traffic Services (VTS), dan Stasiun NAVTEX yang tersebar di seluruh Indonesia. MCC juga memanfaatkan teknologi Automatic Identification System (AIS), baik melalui satelit maupun jaringan darat (terrestrial). Data dari AIS ini dapat diakses melalui aplikasi dan situs web I-Motion serta AIS Live.

Di samping itu, MCC juga bekerja sama dengan beberapa lembaga negara lainnya, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan informasi cuaca maritim yang terkini melalui situs web INA WIS, serta Pushidrosal yang menyediakan informasi hidrografi dan oseanografi.

“Koordinasi dan kolaborasi yang lebih intens dengan instansi terkait akan terus kami tingkatkan agar MCC dapat menjalankan tugasnya secara efektif,” ujar Capt.Antoni. (CHI)

Baca Juga: Pesawat Jet Membawa Menhub Sukses Mendarat Perdana di Bandara IKN

Oleh:

Share