JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah sangat penting untuk meningkatkan konektivitas logistik, terutama dalam mendukung distribusi hasil pertanian dari desa ke pasar.
“Jika Inpres ini disetujui, minimal jalan-jalan desa yang menjadi penghubung antara sawah dan pasar bisa kami perbaiki, seperti yang sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Dody dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/2/2025).
Dody menambahkan bahwa kondisi infrastruktur jalan desa yang buruk menjadi kendala utama bagi petani dalam mengirim hasil panen mereka.
Menurutnya, IJD sangat diharapkan karena dapat mengurangi beban biaya transportasi dan meningkatkan efisiensi distribusi pangan.
“Dalam beberapa kunjungan saya ke berbagai daerah, para petani mengapresiasi peningkatan harga gabah dan perbaikan irigasi. Namun, mereka juga mengeluhkan jalan desa yang rusak saat panen raya, sehingga menghambat distribusi dan meningkatkan biaya logistik,” jelasnya.
Menteri PU juga memastikan bahwa Presiden RI telah memberikan persetujuan prinsip terkait percepatan Inpres Jalan Daerah.
“Dalam rapat terbatas terakhir, saya sudah menyampaikan urgensi kebijakan ini kepada Presiden, dan beliau sepakat bahwa Inpres Jalan Daerah harus segera direalisasikan,” tambah Dody.
Ketahanan Pangan
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketahanan pangan Indonesia masih dalam kondisi aman, meskipun beberapa negara seperti Jepang, Filipina, dan Malaysia tengah menghadapi krisis pangan.
Sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakstabilan distribusi global akibat perubahan iklim dan faktor geopolitik, Mentan menekankan pentingnya percepatan swasembada beras dan penguatan cadangan pangan nasional.
Baca Juga: Terkait IJD, Menteri PU Sebut Prosesnya Harus Super Hati-hati
“Krisis pangan yang terjadi di beberapa negara adalah peringatan bagi kita untuk bertindak cepat dalam menjaga ketahanan pangan,” ungkap Mentan.
Ia juga menyoroti kebijakan darurat Jepang yang untuk pertama kalinya dalam sejarah melepaskan 210.000 ton beras dari cadangan nasional akibat lonjakan harga. Di Malaysia, kelangkaan beras lokal telah memicu kepanikan dan lonjakan harga yang semakin membebani masyarakat.
Dengan disahkannya Inpres Jalan Daerah, diharapkan distribusi hasil pangan semakin lancar, mendukung swasembada beras, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan global. (GIT)

























