Home Berita Hutama Karya Gaspol Tangani Darurat Banjir dan Longsor di Sumatera, Semua Alat Berat Dikerahkan

Hutama Karya Gaspol Tangani Darurat Banjir dan Longsor di Sumatera, Semua Alat Berat Dikerahkan

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Hutama Karya (Persero) bergerak cepat menangani kondisi darurat di berbagai ruas jalan tol yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatera.

Dalam tiga hari terakhir, cuaca ekstrem memicu kerusakan cukup luas sehingga akses publik ikut terhambat. HK pun langsung mengaktifkan langkah tanggap darurat untuk memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga kelancaran operasional tol.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa perusahaan mengirimkan bantuan dan mengerahkan tim untuk membuka kembali akses yang tertutup material longsor. Langkah ini bertujuan agar mobilitas masyarakat tidak lumpuh saat bencana terjadi.

Fokus Pulihkan Akses Publik

Mardiansyah menegaskan bahwa HK langsung mengirimkan bantuan ke titik-titik terdampak. Perusahaan juga aktif terjun ke area yang mengalami hambatan, mulai dari membersihkan material longsor hingga mempercepat pemulihan jalur transportasi.

“Kami sudah melakukan tanggap darurat cepat dengan melakukan pengiriman bantuan, melakukan aksi tanggap darurat pemulihan dari akses-akses publik yang tertutup oleh tanah longsor,” jelasnya, saat Media Refreshment di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

HK turut bekerja bersama instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga di sekitar area terdampak. Perusahaan memastikan seluruh layanan jalan tol tetap aman untuk digunakan publik.

Posko Bantuan Didirikan di Sumbar

Tidak berhenti pada penanganan teknis, Hutama Karya juga memperkuat koordinasi dengan BPBD setempat. Hutama Karya menyiapkan dukungan logistik untuk warga sekitar yang membutuhkan bantuan cepat.

Di Sumatera Barat, HK sudah mengirimkan ekskavator hingga wheel loader, serta mendirikan posko bantuan di Gerbang Tol Padang–Sicincin. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi agar kebutuhan tim tanggap darurat bisa ditangani dengan cepat.

“Setiap kebutuhan yang diminta oleh tim di lapangan bisa langsung kami kerahkan lewat alat berat dan bantuan dari tim proyek,” kata Mardiansyah.

Mitigasi Operasional Ruas Tol

Terkait dampak bencana terhadap operasional tol, HK mengikuti prosedur resmi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Perusahaan menilai setiap lokasi apakah masih aman dilalui atau perlu dibatasi.

Jika kondisi masih memungkinkan, HK mengurangi satu ruas demi menjaga keamanan pengendara. Namun bila banjir atau longsor dinilai terlalu berbahaya, HK menutup sementara akses tol hingga keadaan kembali aman.

“Jika itu sangat membahayakan secara total, maka untuk sementara waktu itu kita tutup sampai kondisi aman untuk dilalui,” ungkapnya.

Terkait potensi kerugian akibat bencana, HK memilih fokus pada penanganan darurat dan pemulihan terlebih dahulu. Perusahaan belum menghitung nilai kerugian karena prioritas utama adalah keselamatan warga serta pengamanan infrastruktur tol.

“Kita belum menghitung sampai kerugian. Fokus kami membantu masyarakat di sekitar dan mengamankan ruas tol yang besar ini,” tegas Mardiansyah.

Bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan data BNPB per pukul 14.00 WIB, sebanyak 72 orang meninggal dunia secara kumulatif.

Selain korban jiwa, bencana ini juga merusak rumah warga, jembatan, saluran air, sekolah, rumah ibadah, hingga lahan pertanian. Kerusakan fasilitas ini menambah beratnya proses pemulihan yang harus dilakukan berbagai pihak, termasuk Hutama Karya. (GIT)

Baca Juga: HK Siapkan Strategi Baru Sambut Fokus Pemerintah ke Hilirisasi

Share

ARTIKEL TERKAIT