Jakarta, Lintas – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menggelar Innovation Talk ke-8 sebagai bagian HUT ke-50 tahun perusahaan di Kantor Pusat ASDP, Rabu (3/5/2023). Memasuki usia setengah abad, ASDP memacu diri untuk melakukan transformasi berkelanjutan demi mewujudkan budaya people and culture.
Pada kesempatan sama juga dirilis internal magazine Industry Insight edisi ke-6 dengan tema ”People and Culture: Creative Destructive Toward World Class Company”.
Peran Telkom
Innovation Talk ke-8 menghadirkan narasumber Direktur Utama PT Telkom Indonesia Ririek Adriansyah. Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengapresiasi kehadiran Direktur Utama Telkom untuk membagikan pengalaman dan ilmunya yang bisa menjadi inspirasi ASDP dan seluruh karyawan dalam mencapai tujuan transformasi perusahaan.
Ira mengatakan, transformasi bisnis dan perubahan budaya di ASDP saat ini tidak lepas dari peran Telkom, sebagai pionir industri telekomunikasi di tanah air.
“Di usia ke 50 tahun ini, ASDP telah melalui banyak transformasi, baik dalam proses bisnis, hingga peningkatan kinerja dengan adanya digitalisasi melalui aplikasi e-ticketing Ferizy. Selama perjalanannya, Telkom memiliki peran penting dalam mendukung perubahan tersebut. Untuk itu, saya ingin berterima kasih atas kerja sama yang dapat membangun keberhasilan digital tidak hanya pada operasional, tetapi juga peningkatan laba dan mitigasi risiko fraud,” papar Ira, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (4/5/2023).
Ira meneruskan, game changer ASDP tahun ini berfokus pada People and Culture. ASDP mendukung penuh karyawannya untuk dapat berkembang menjadi insan yang berkualitas.
Sementara itu, Ririek Adriansyah menyampaikan, perusahaan sebesar apa pun dan di bidang apa pun dapat tereliminasi dalam sekejap. Maka, sejak 2020, ujarnya, Telkom telah bertransformasi lebih fundamental. Pada 2022–2023, Telkom berfokus untuk investasi masa depan.
Ririek menekankan pentingnya mengubah cara menilai dan mengukur kinerja yang berfokus pada people and culture yang baik di lingkungan perusahaan.
“Transformasi yang dilakukan harus terus berkelanjutan mengikuti perkembangan bisnis dan teknologi, memanfaatkan tantangan yang ada, dan membangun konektivitas digital. Yang berubah bukan hanya operasionalnya, tetapi juga digital ecosystem yang ada, termasuk mindset para karyawan atas perubahan tersebut,” paparnya.
Faktor Keberhasilan
Ririek menyebutkan beberapa hal yang mampu menjadi faktor kesuksesan dalam menjalankan perubahan. Pertama, mengubah mindset untuk selalu berkembang. Hal ini dapat dilakukan dengan mendorong karyawan untuk berani mengungkapkan pendapat serta pertanyaan.
Selanjutnya, fokus pada kebutuhan pelanggan. Seluruh digitalisasi dan transformasi yang dilakukan perlu didasari dengan adanya permasalahan ataupun keluhan yang dialami konsumen.
Dengan begitu, dapat dievaluasi apakah solusi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketiga, kolaborasi baik dengan pihak internal maupun eksternal. “Mempersiapkan karyawan sebagai talent serta menyediakan fasilitas bagi masyarakat ataupun stakeholder untuk bersiap dalam menerima perubahan yang ada. Berikutnya, komunikasi, komunikasi, dan komunikasi. Hal ini dianggap sangat esensial terlebih dalam menyampaikan secara langsung akan tujuan dan alasan dari transformasi tersebut, khususnya kepada karyawan agar tercipta kepercayaan,” lanjutnya.
Terakhir, Ririek menambahkan, cara pengukuran Key Performance Indicators (KPI) serta memanfaatkan teknologi digital. Ririek meyakini bahwa pada umumnya perilaku manusia akan sangat dipengaruhi dengan bagaimana dirinya dinilai dan diukur.
“Untuk itu, penting bagi perusahaan dalam menetapkan pengukuran yang tepat demi menciptakan transformasi baik di bidang People and Culture,” tutupnya. (BAS)




















