Home Berita H-10 Lebaran 2023, Seluruh Pekerjaan Konstruksi di Jalan Nasional Dihentikan

H-10 Lebaran 2023, Seluruh Pekerjaan Konstruksi di Jalan Nasional Dihentikan

Share

Jakarta, Lintas — Guna memberi kenyamanan kepada para pemudik, semua pekerjaan konstruksi nonrutin dihentikan sepuluh hari sebelum Lebaran. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan kebijakan ini untuk memastikan tidak terjadi kemacetan.

Demikian disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S Atmawidjaja dikutip, Jumat (7/4/2023). Endra S Atmawidjaja sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR

“Pada seluruh jalan nasional H-10 kita lakukan penghentian pekerjaan (kecuali rutin). Tidak boleh ada alat berat, tidak ada lubang, dan rumput pada bahu jalan. Median bersih. Sementara untuk Jalur pantura, perbaikan jalan berlubang ditargetkan selesai H-14 sebelum Lebaran,

Kondisi jalan nasional, terutama di Pulau Jawa sepanjang 4.858 km adalah 92 persen mantap. Di sepanjang jalan itu, kata Endra, akan ada Posko Siaga Sapta Taruna. Termasuk memastikan penyelesaian pekerjaan sesuai target.

Lima Fokus Pekerjaan

Saat ini, Endra menjelaskan, Ditjen Bina Marga tengah fokus pada penanganan dan perbaikan sejumlah ruas. Ruas itu antara lain akses Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, jalur Pantura dan penggantian jembatan callendar Hamilton.

Pertama, penanganan akses jalan menuju Pelabuhan Merak berupa pelebaran dan penataan bahu jalan Cikuasa Bawah dan Atas. “Penanganan Cikuasa Bawah sepanjang 500 meter saat ini progresnya mencapai 40 persen. Adapun di Cikuasa Atas 980 meter progres saat ini 65 persen. Sementara target penanganan setelah Lebaran 2023 meliputi pelebaran Jembatan Langon A. Termasuk dan penambahan lajur dari oprit Fly Over Merak sampai pintu pelabuhan,” kata Endra.

Untuk akses ke Pelabuhan Ciwandan, Pemkot Cilegon melakukan perbaikan dan pengaspalan jalan dan jembatan pada Jalan Aat Rusli.

“Jalan menuju Ciwandan juga dapat melalui Jalan Nasional Raya Anyer dengan kemantapan jalan sekitar 90%. Saat ini sedang dilakukan pelebaran/perkerasan bahu jalan selebar 2m kiri dan 2m kanan dari Cilegon ke Pasauran sepanjang 5.8 km. Pada H-10, kami targetkan selesai 4 km di sisi kiri dan 800 m di sisi kanan,” kata Jubir Endra.

Kedua, penanganan longsor pada ruas Bogor-Sukabumi (Jembatan Cikereteg) dengan menyiapkan jembatan Bailey sudah fungsional sejak 13 Maret 2023.

Penggantian Jembatan CH

Ketiga, penggantian jembatan usia tua. Dari 37 jembatan callender Hamilton (CH) yang sedang diganti di Pulau Jawa. Saat ini tersisa 8 jembatan yang tengah diselesaikan, yakni Jembatan Cilamaya Jawa Barat dengan progres 82,9 persen. Lalu Jembatan Ciasem Jawa Barat (82,3 persen), Jembatan Cipangaritan Jawa Barat (89,3 persen). Selanjutnya Jembatan Kalijaga Jawa Barat (76,6 persen), Jembatan Kanci Jawa Barat (84,7 persen).

Juga Jembatan Pemali Brebes, Jawa Tengah (48,8 persen), Jembatan Juana Jawa Tengah (79,1 persen), dan Jembatan Pang, Jawa Tengah (44,5 persen). Sisanya, 29 jembatan sudah selesai.

“Keempat, untuk penanganan jalan pascatergenang banjir di Pantura Jawa, khususnya pada ruas Kudus–Pati–Rembang–Bulu akibat luapan Sungai Wulan dan Sungai Juwana, telah dilakukan penimbunan dan pemasangan sand bag untuk mencegah air masuk ke badan jalan. Pada H-10 penanganan selesai. Sementara untuk penanganan longsoran pada ruas Tomo Sumedang saat ini sudah fungsional untuk jalur lebaran 2023,” kata Jubir Endra.

Kelima, untuk mengantisipasi titik rawan bencana. Posko mudik Sapta Taruna di Pulau Jawa tersebar pada setiap provinsi. Lokasinya antara lain ada 8 posko di Banten (23), di Jawa Barat (22) di Provinsi Jawa Tengah dan DIY, dan 9 Posko di Provinsi Jawa Timur. (*/HRZ)

Oleh:

Share