Home Berita Fokus Inovasi dan Keberlanjutan, WIKA Beton Sebut Kontrak Baru Tembus Rp 2,53 Triliun

Fokus Inovasi dan Keberlanjutan, WIKA Beton Sebut Kontrak Baru Tembus Rp 2,53 Triliun

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton/WTON) terus menegaskan komitmennya terhadap transformasi berkelanjutan dan inovasi di industri beton nasional.

Berbekal pengalaman lebih dari empat dekade, perusahaan ini telah menorehkan jejak positif dalam pembangunan negeri dengan dukungan jaringan pabrik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam menjalankan bisnisnya, WIKA Beton menghadirkan one stop solution di industri beton. Solusi tersebut mencakup sumber bahan baku dari quarry, produksi beton pracetak sentrifugal dan non-sentrifugal, Ready Mix Concrete, hingga jasa instalasi untuk berbagai proyek infrastruktur.

“Ragam inovasi dan jenis produk yang kami hadirkan merupakan solusi untuk menjawab beragam kebutuhan pelanggan. Hal ini sejalan dengan semangat WIKA Beton untuk selalu berkontribusi dalam pembangunan nasional,” ujar Yushadi, Sekretaris Perusahaan PT WIKA Beton Tbk, dalam keterangan resminya, Rabu (10/9/2025).

Kinerja Keuangan

Hingga Agustus 2025, WIKA Beton berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp 2,53 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor infrastruktur mendominasi dengan porsi 51,76%, disusul sektor industri 22,97%, kelistrikan 13,45%, properti 9,29%, serta tambang dan energi 2,53%. Beberapa proyek strategis yang dikerjakan antara lain pengiriman produk untuk pembangunan Ciputra World Mall Makassar dan Jembatan Akses Utama IKK Karawang.

Selain itu, hingga Kuartal II 2025 WIKA Beton mencatatkan pendapatan Rp 1,57 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari beton pracetak. Konsistensi pencatatan laba sejak 1997 menjadi bukti fundamental bisnis yang kuat, meski di tengah dinamika industri konstruksi nasional.

Komitmen ESG dan Keberlanjutan

Yushadi menambahkan, WIKA Beton menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada 2030 melalui berbagai inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG). Beberapa langkah yang sudah dilakukan antara lain:

  • Pengelolaan limbah cair menuju Zero Sludge Waste;
  • Penggunaan panel surya di seluruh pabrik yang menekan emisi CO₂ hingga 532.812 kg per tahun;
  • Penggunaan semen ramah lingkungan dan bahan substitusi yang mampu menurunkan emisi karbon 26,4%;
  • Pemanfaatan kendaraan listrik dan biodiesel B35; serta
  • Penanaman mangrove dan konservasi hutan di Kalimantan seluas 27,9 hektar.

“Kami percaya keberlanjutan adalah kunci dalam membangun perusahaan yang tangguh. ESG bukan hanya komitmen, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang WIKA Beton,” tambah Yushadi.

Tata Kelola dan Penghargaan

Menurut Yushadi, dalam hal tata kelola perusahaan, WIKA Beton konsisten memperoleh penilaian Good Corporate Governance (GCG) dengan skor 92,376 pada 2023. Perusahaan juga mengimplementasikan Sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan Whistle Blowing System untuk menegakkan tata kelola berstandar internasional.

Baca Juga: Progres Bendungan Budong-Budong 63 Persen

Sejak melantai di bursa pada 2014, WIKA Beton senantiasa membagikan dividen dengan payout ratio yang seimbang antara kepentingan pengembangan bisnis dan hak pemegang saham. Saat ini, perusahaan mengantongi rating idA-/Stable dari PEFINDO. (*/CHI)

Oleh:

Share