Home Berita Dorong Integrasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Kemenhub Usulkan Transjakarta Dioperasikan Lagi

Dorong Integrasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Kemenhub Usulkan Transjakarta Dioperasikan Lagi

Share

JAKARTA, LINTAS — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menginisiasi integrasi transportasi umum di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, khususnya melalui pengoperasian kembali layanan bus Transjakarta trayek Terminal Tanjung Priok–Pelabuhan secara reguler.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Prasarana Integrasi Transportasi Antarmoda Kemenhub, Sigit Irfansyah saat acara “Press Background Integrasi Sektor Perhubungan Laut dan Udara” di kantor Kemenhub, Selasa (5/8/2027).

Menurutnya, layanan Transjakarta sebenarnya pernah masuk ke kawasan pelabuhan, namun hanya bersifat sementara dan berdasarkan permintaan khusus, seperti pada masa Angkutan Natal, Tahun Baru, dan Lebaran. Dengan volume pergerakan orang yang tinggi di pelabuhan, Sigit menilai sudah saatnya layanan tersebut dioperasikan secara reguler.

“Peluangnya sangat bagus. Selama ini Transjakarta pernah masuk, tapi by request. Sekarang kenapa tidak dibuat reguler saja?” ujar Sigit.

Ia menyebutkan bahwa biaya transportasi bagi pekerja di kawasan pelabuhan tergolong mahal, terutama jika menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi daring. Padahal, ongkos parkir kendaraan roda empat hanya sekitar Rp2.000 per hari, namun sepeda motor justru bisa tiga kali lipat lebih mahal.

“Sebagian besar pekerja menggunakan kendaraan pribadi atau ojek online. Kalau Transjakarta masuk secara reguler, tentu bisa jadi solusi transportasi yang lebih murah dan tertib,” ungkapnya.

Sigit mengungapan, kendaraan pribadi yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 2.000, sepeda motor bisa 6.000. Sementara orang masuk ke dalam tidak ada angkutan umum, sebagian naik kendaraan online.

Oleh karena itu, Kemenhub saat ini tengah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Transjakarta dan operator pelabuhan, untuk menyusun rute dan titik pemberhentian yang ideal di dalam kawasan pelabuhan.

Menurut Sigit, trayek 10C yang sebelumnya pernah beroperasi sudah memiliki armada siap pakai, dan hanya tinggal menunggu pengaktifan kembali.

Tahap Diskusi Awal

Meski begitu, ia menegaskan bahwa operasional reguler masih dalam tahap diskusi awal. Penyesuaian waktu layanan dan kemungkinan adanya penambahan biaya operasional atau moda masih akan dibahas lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan.

“Detilnya masih dalam tahap awal. Kita akan kumpulkan dulu masukan dari para stakeholder, termasuk pekerja swasta yang jumlahnya ribuan di pelabuhan,” kata Sigit.

Selain aspek transportasi, Sigit juga menyoroti pentingnya penataan parkir di sekitar pelabuhan. Ia berharap, dengan hadirnya angkutan umum yang andal, parkir liar di badan jalan bisa diminimalkan agar arus lalu lintas kontainer dan kendaraan umum tetap lancar dan aman.

Kemenhub juga menyatakan kesiapan Pelindo untuk mendukung operasional Transjakarta di kawasan pelabuhan, termasuk penyediaan rambu dan titik-titik pemberhentian bus.

“Semua teman-teman di sana sepakat. Tinggal kita atur rutenya. Pelindo juga siap bantu untuk pengaturan rambu dan titik berhenti,” ujarnya.

Integrasi di Bandara Soekarno-Hatta

Selain Tanjung Priok, Sigit juga menyinggung potensi integrasi serupa di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, khususnya untuk memfasilitasi para pekerja bandara yang harus mengeluarkan biaya tinggi untuk transportasi harian.

Ia mengungkapkan bahwa banyak karyawan menghabiskan hingga Rp160.000 per hari hanya untuk transportasi, sehingga kehadiran layanan seperti Transjakarta dengan tarif lebih murah akan sangat membantu.

Baca Juga: Proyek Konstruksi MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Capai 51,31 Persen per Juli 2025

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya inisiatif lintas sektor untuk membangun sistem transportasi terintegrasi. Selama ini, menurutnya, sektor darat dan laut cenderung berjalan sendiri-sendiri. Kemenhub kini berupaya menjadi inisiator kolaborasi.

“Kita mencoba menginisiasi ini karena kita punya data dan koneksi antarmoda. Ini bagian dari integrasi nasional yang bisa berdampak luas terhadap mobilitas masyarakat,” ucapnya. (CHI)

Oleh:

Share