JAKARTA, LINTAS — Cuaca ekstrem masih melanda perairan Sulawesi dalam sepekan terakhir dan berdampak pada aktivitas pelayaran. Di tengah kondisi tersebut, Kapal Motor Penumpang (KMP) Nuku yang melayani lintasan Kendari–Konawe Kepulauan tetap berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Langara, Pulau Wawonii, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, Capt. Raman, memastikan bahwa pelayaran berlangsung dalam kondisi terkendali berkat kesiapan teknis kapal.
“Seluruh penumpang selamat. Rasa kaget tentu ada, namun kapal dalam kondisi stabil dan seluruh prosedur keselamatan dijalankan sesuai ketentuan,” ujar Capt. Raman dalam keterangan tertulis.
Video di Media Sosial
Sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan kepanikan penumpang saat KMP Nuku menghadapi gelombang tinggi dan angin kencang. Dalam rekaman tersebut, tampak penumpang mengenakan jaket pelampung berwarna oranye sebagai langkah antisipasi keselamatan. Peristiwa ini menjadi gambaran nyata tantangan pelayaran di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung di wilayah Sulawesi.
Dampak cuaca buruk juga dialami KM Kendhaga Nusantara 4, kapal kargo milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), yang saat kejadian berada dalam kondisi anchor atau tidak beroperasi. Kapal tersebut dilaporkan mengalami larat akibat terpaan angin kencang dan ombak tinggi pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 05.30 Wita di Makassar Anchorage Area.
Berdasarkan berita acara internal, kondisi cuaca saat kejadian ditandai hujan deras dengan kecepatan angin barat mencapai 47 knot, yang menyebabkan kapal mengalami kandas. ASDP segera melakukan langkah penanganan sesuai prosedur.
Proses penarikan KM Kendhaga Nusantara 4 yang melayani rute kargo Makassar–Ereke–Raha–Sikeli–Makassar telah berlangsung lancar. Kapal berhasil dilepaskan dari kondisi kandas dan kini telah berlabuh dengan aman di area rede Anchorage tanpa kendala lanjutan.
Tingkatkan Kewaspadaan
Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, ASDP menegaskan komitmen untuk memperketat aspek keselamatan dalam seluruh operasional penyeberangan, baik angkutan penumpang maupun logistik. Manajemen mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta tidak memaksakan diri melakukan perjalanan laut di tengah cuaca ekstrem.
Imbauan tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi masih berpeluang berlanjut hingga pertengahan Januari 2026.
BMKG mencatat peningkatan intensitas hujan dipicu oleh dinamika atmosfer, antara lain La Niña lemah, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif, serta perambatan gelombang ekuator yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
BMKG Jadi Acuan
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa prakiraan BMKG menjadi acuan utama dalam pengambilan kebijakan operasional perusahaan.
“Berdasarkan forecast BMKG, kondisi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi masih berpotensi berlanjut. Karena itu, ASDP menegaskan komitmen untuk mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dengan sebaik-baiknya, mempersiapkan perjalanan secara optimal, serta tidak memaksakan diri menyeberang apabila kondisi cuaca tidak aman,” ujar Heru.
ASDP secara konsisten melakukan pemantauan cuaca, pengecekan kesiapan kapal, serta koordinasi intensif dengan KSOP, BPTD, BMKG, dan unsur TNI/Polri sebelum setiap keberangkatan.
Penyesuaian jadwal hingga penundaan operasional akan dilakukan apabila kondisi dinilai berisiko, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mengutamakan keselamatan penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa. (CHI)
Baca Juga: Pascabanjir Aceh, PU Fokus Tangani Hulu Sungai Alas





