Home Berita Cegah Antrean, MRT Jakarta Siapkan Sistem Tokenisasi, Masuk Dulu Bayar Belakangan

Cegah Antrean, MRT Jakarta Siapkan Sistem Tokenisasi, Masuk Dulu Bayar Belakangan

Share

JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana menerapkan sistem pembayaran menggunakan tokenisasi alias naik dulu baru bayar kemudian. Dengan cara itu diharapkan menjadi salah satu cara menghindari antrean panjang.

Untuk itu MRT akan menggandeng Bank Indonesia guna mengkaji sistem tokenisasi, yang diharapkan dapat menjadi salah satu cara mengatasi antrean panjang.

“Ada banyak pengembangan pengembangan kita, sistem tokenisasi misalnya. Bagaimana tokenisasi yang penting token dulu, valid dulu, nanti pembayaran belakangan. Itu yang sedang kami pikirkan dan kembangkan,” kata Digital and Information Technology Infrastructure Business Department Head MRT Jakarta Ezron Yotham Sinaga, dalam Kelas MRTJ Fellowship Program 2024 di Jakarta, Rabu (26/6/2024).

Ia menjelaskan, system tokenisasi ini memungkinkan penumpang untuk masuk dulu, kemudian setelah sekitar 10 meter baru dipotong pembayarannya.

“Setidaknya tidak terjadi transaksi cepat pada saat masuk. Kami akan bicarakan dengan BI, sebab kalau di merchant butuh waktu lima detik, sementara kalua transit kan butuh Waktu ekitar 0,3 milisekon (ms),” tutur Ezron.

Digital and Information Technology Infrastructure Business Department Head MRT Jakarta Ezron Yotham Sinaga. | Dok/Istimewa

Dia berharap pengembangan sistem pembayaran tersebut akan melahirkan produk digital baru guna mendukung kecepatan Waktu.

“Mudah-mudahan tahun ini kita bisa launching ada produk baru dari system pembayaran kita yang mendukung kecepatan Waktu,” ujarnya.

Selain itu, Ezron meyakini penggunaan kartu elektronik masih menjadi pilihan meski sudah ada peralihan ke digitilisasi yang semakin berkembanng.

“Kami percaya masih ada orang (customer) yang suka menggunakan kartu. Makanya dari MRT kami tidak boleh menghapus kartu elektronik dan tetap ada. Bahkan yang pakai QRIS dengan single ticketing juga ada itu kita sebut piknikers. Makanya kami tetap support kartu elektronik,” kata Ezron.

Sementara itu berdasarkan data Bank Indonesia, Gen Z (kelahiran 1997-2012) menjadi segmen terbanyak memanfaatkan pembayaran digital dengan angka 27,94 persen.

BI mencatat transaksi lewat QRIS menjadi pembayaran digital tertinggi pada April 2024 yakni mencapai 406 juta transaksi senilai Rp 44,1 triliun, tumbuh ekspansif sebesar 294,1 persen dibandingkan capaian pada April 2023. (CHI)

Baca Juga: MRT Jakarta Sebut Sistem Pembayarannya Telah Sesuai Ketentuan yang Dikeluarkan BI

Oleh:

Share