JAKARTA, LINTAS – Data lalu lintas jalan tol yang dihimpun PT Jasa Marga (Persero) Tbk setiap hari berpotensi membantu Badan Pusat Statistik (BPS) mengukur aktivitas ekonomi antarwilayah secara lebih cepat dan akurat. Saat ini, data yang tersedia telah mencakup sekitar 70 persen lalu lintas jalan tol.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, pemanfaatan data statistik yang akurat, terintegrasi, dan mutakhir penting untuk mendukung pengambilan keputusan perusahaan, terutama dalam memahami perkembangan ekonomi wilayah, mobilitas masyarakat, serta aktivitas logistik.
“Kolaborasi dengan BPS menjadi langkah strategis bagi Jasa Marga untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis data,” kata Rivan
Menurut dia, informasi statistik yang akurat dan terintegrasi dapat membantu kami memahami perkembangan ekonomi wilayah, pergerakan sektor transportasi, serta keterkaitannya dengan aktivitas logistik dan operasional jalan tol.
“Dengan demikian, data yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung perencanaan dan creating traffic untuk meningkatkan jumlah transaksi di jalan tol,” tutur Rivan.
Ia menambahkan, data statistik BPS diharapkan dapat memperkaya analisis lalu lintas di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), khususnya untuk membaca pola mobilitas masyarakat dan pergerakan barang yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi wilayah.

“Melalui kolaborasi ini, kami juga berharap analisis data lalu lintas di JMTC dapat diperkaya dengan data statistik BPS untuk memahami pola mobilitas masyarakat dan pergerakan barang serta keterkaitannya dengan aktivitas ekonomi wilayah,” kata Rivan.
Menurutnya, hasil analisis tersebut akan menjadi masukan bagi Jasa Marga dalam meningkatkan akurasi prediksi lalu lintas, merencanakan kesiapan operasional jalan tol, serta mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna jalan.
Kerja sama Jasa Marga dan BPS tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Jumat (6/11/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Rivan A. Purwantono dan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti.
Melalui MoU tersebut, kedua institusi akan mengembangkan mekanisme integrasi dan pertukaran data melalui Application Programming Interface (API) dengan memanfaatkan platform masing-masing.
Pengembangan
Kerja sama juga mencakup pengembangan sistem integrasi data serta pemantauan dan evaluasi secara berkala agar pertukaran informasi berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Amalia mengatakan, di era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan big data, data lalu lintas jalan tol memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas statistik, terutama dalam mengukur aktivitas sektor transportasi dan kontribusinya terhadap perekonomian.
“Jalan tol berperan penting sebagai pengungkit aktivitas ekonomi yang setiap triwulan kami ukur. Aktivitas ekonomi ini kami ukur dari semua wilayah yang akhirnya berujung pada pertumbuhan ekonomi. Tentunya karena kita tahu jalan tol ini menggerakkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, data yang kami kumpulkan menjadi sangat kritikal dan urgent,” kata Amalia.
Menurut dia, data lalu lintas harian Jasa Marga dapat memberikan gambaran aktivitas ekonomi antarwilayah secara lebih cepat. Dengan demikian, pengukuran tidak selalu harus menunggu hasil survei.
Data tersebut juga dapat digunakan untuk melihat perubahan aktivitas ekonomi, seperti yang terjadi selama pandemi COVID-19 ketika penurunan aktivitas ekonomi diikuti penurunan lalu lintas jalan tol.
Akurasi Statistik
Amalia menambahkan, integrasi data Jasa Marga dan BPS berpeluang meningkatkan akurasi statistik melalui penggabungan data lalu lintas dengan data pergerakan masyarakat di sekitar jalan tol.
Analisis tersebut diharapkan menghasilkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi nasional.
BPS juga mendorong pengembangan pemodelan, prediksi, dan proyeksi mobilitas masyarakat melalui integrasi data statistik dan big data kedua institusi.
Bagi Jasa Marga, kolaborasi ini diharapkan mendukung perencanaan bisnis, pengembangan layanan, serta analisis kontribusi sektor transportasi terhadap perekonomian. (CHI)












