JAKARTA, LINTAS — Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Bangka-Belitung (Babel) memulai pembangunan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Negeri (STiAKIN).
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara resmi oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Saiful Rahmat Dasuki, di Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (17/10/2024).
Wamen menyebut, pembangunan STiAKIN adalah sebagai upaya penting dalam memperkuat pendidikan keagamaan di Indonesia serta meningkatkan akses dan fasilitas bagi umat Khonghucu di wilayah ini.
Pembangunan STiAKIN merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2019 yang bertujuan meningkatkan infrastruktur pendidikan, khususnya pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.
Bangka Belitung dipilih sebagai lokasi pembangunan karena wilayah ini memiliki jumlah populasi umat Khonghucu terbesar di Indonesia.
“Dengan adanya STiAKIN, pemerintah berharap dapat memfasilitasi pendidikan agama yang inklusif dan mencerminkan keragaman bangsa,” kata Wamen.
Ia menambahkan, STiAKIN adalah sebagai simbol kebhinekaan dan toleransi.
“Pembangunan ini tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memperkuat dialog antaragama yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia,” ujar Saiful Rahmat Dasuki.

Proyek Bernilai Rp 45 Miliar
Kepala Seksi Wilayah II BPPW Bangka Belitung, Khoirul Hakim, menjelaskan bahwa pembangunan STiAKIN ini akan menelan biaya sebesar Rp 45 miliar, dengan estimasi waktu penyelesaian selama delapan bulan.
“Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu sesuai standar yang telah ditetapkan,” katanya.
Pembangunan STiAKIN di Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, diharapkan memberikan manfaat luas, baik dalam hal pendidikan maupun pengembangan sosial-ekonomi di wilayah tersebut.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proyek STiAKIN ini dianggap sebagai manifestasi harapan dan aspirasi umat Khonghucu di Indonesia.
“STiAKIN akan menjadi tempat belajar bagi generasi muda, sekaligus mendorong terciptanya lapangan pekerjaan baru di Bangka Belitung,” tambah Saiful Rahmat Dasuki.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, pembangunan STiAKIN di Bangka Belitung dipandang sebagai langkah maju dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama dan meningkatkan pendidikan keagamaan di Indonesia. (GIT)
Baca Juga: Soal Pengelolaan Rusun IKN, Ini Kata Dirjen Perumahan PUPR

























