Home Berita Benteng Pendem Ambarawa Disulap Jadi Magnet Wisata Sejarah dan Edukasi

Benteng Pendem Ambarawa Disulap Jadi Magnet Wisata Sejarah dan Edukasi

Share

JAKARTA, LINTAS — Benteng Pendem Ambarawa kini berwajah baru. Tahap pertama penataan kawasan cagar budaya ini telah rampung. Pemerintah menyiapkan kawasan bersejarah ini sebagai pusat wisata sejarah dan edukasi yang menggugah minat generasi muda.

Benteng yang juga dikenal sebagai Fort Willem I terletak di Desa Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Lokasinya strategis, dekat dengan Monumen Palagan dan Museum Kereta Api Ambarawa.

Proyek penataan dilakukan sejak Desember 2023. PT Waskita Karya bertindak sebagai pelaksana. Nilai proyek mencapai Rp 156,8 miliar.

Luas kawasan yang ditangani mencapai 27.286 m². Bangunan benteng yang direvitalisasi seluas 10.392 m². Selain itu, juga dilakukan penataan area parkir 6.429 m² dan jalan akses 5.873 m².

Revitalisasi meliputi perlindungan bangunan, pengembangan ruang, dan penataan lansekap. Semua dilaksanakan dengan mengacu pada Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Baca Juga: Jasa Marga Siap Integrasi Pembayaran Tol Antar Operator

Dibangun Belanda

Dulu, benteng ini terbengkalai. Bangunan kusam dan rusak. Banyak bagian hilang. Kini, Fort Willem I kembali gagah. Arsitektur Eropa abad ke-18 yang megah tersingkap. Spot-spot foto ikonik pun tercipta.

Benteng ini dibangun Belanda pada abad ke-18, tepatnya pada 1834, sebagai pusat pertahanan, gudang peluru, dan barak militer. Ia merupakan benteng terbesar di Pulau Jawa.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, penataan ini bertujuan memberi ruang edukasi dan wisata yang kuat. “Masyarakat bisa belajar sejarah secara langsung, sekaligus menikmati pengalaman wisata yang berkesan,” ujarnya seperti dikutip dari rilis pers yang diterima majalahlintas.com, Sabtu (7/6/2025).

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Tengah Kuswara menegaskan, peningkatan kunjungan wisatawan akan berdampak langsung pada ekonomi warga sekitar. “Ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini pemantik ekonomi lokal dan pelestarian warisan sejarah,” katanya.

Benteng Pendem kini siap menyambut, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebuah warisan sejarah yang hidup kembali, menjadi saksi masa lalu, sekaligus jembatan untuk masa depan. (HRZ)

Share

Foto Pilihan Lainnya