MEDAN, LINTAS – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Sumatera Utara saat ini sedang menyelesaikan pembangunan empat jembatan gantung di Kabupaten Nias Utara. Satu lainnya sudah selesai pada 2019.
Kepala BBPJN Sumatera Utara Junaidi, kepada Lintas, akhir November 2023, mengatakan, perhatian pemerintah untuk daerah kepulauan Nias memang cukup besar.
“Paket IJD terbesar ada di Pulau Nias, 6 paket single year contract dan satu multiyears contract, yakni pembangunan Jalan dan Jembatan Sirombu-Afulu. Juga ada pembangunan jembatan gantung di Kabupaten Nias Utara. Jadi, pemerintah memang sedang fokus dalam mencanangkan pembangunan infrastruktur di Nias, terutama jalan dan jembatan. Apalagi Nias tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan teluar (3T),” kata Junaidi.
Ia berharap, dengan kehadiran kelima jembatan gantung ini perekonomian masyarakat di Nias Utara bisa meningkat karena mobilitasnya lebih mudah dan lebih cepat.
“Kita berharap masyarakat bisa merasakan manfaat jembatan gantung ini. Selain itu masyarakat juga diharapkan ikut menjaga jangan sampai jembatan dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Sumatera Utara Abdul Halim mengatakan, keempat paket jembatan gantung di Nias Utara itu ditangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen 3.5 Sumatera Utara Theofilus Jeremia Ginting.
“Pelaksanaan paket ini berjalan baik dan sudah memasuki tahap penyelesaian akhir. Nanti setelah rampung, kami akan serah terimakan kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Nias Utara,” kata Abdul.
Dijelaskan Theofilus, satu jembatan yang telah berfungsi di Kabupaten Nias Utara, yakni Jembatan Gantung Sigetewani terletak di Desa Sigetewani, Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, 46 km dari jalan nasional.
“Jembatan Gantung Sigetewani ini asimetris (1 pylon) dibangun pada 2019. Sementara empat lainnya merupakan jembatan gantung simetris dengan dua pylon dan mulai dibangun pada 2023,” kata Theofilus.
Baca Juga: Bupati Nias Utara: Sejak Kemerdekaan, Jalan Sirombu-Afulu Tak Terjamah
Hasil Pertanian
Keempat jembatan tersebut, pertama, Jembatan Gantung Muzöi Orahili, berada di Kecamatan Namöhulu, Kabupaten Nias Utara. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat sekitar untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Juga menjadi jalur menuju sekolah oleh anakanak SD dari Desa Namöhalu dan Desa Mazingö.
Kedua, Jembatan Gantung Lasarado yang terletak di Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara. Jembatan yang menghubungkan Desa Lukhulase dan Desa Hiligodu ini melintang di atas Sungai Muzöi panjangnya 60 meter dan lebar 1,8 meter.
Ketiga, Jembatan Gantung Laowöwaga-Me’afu di Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara. Jembatan ini berada di dekat Desa Me’afu dan melintang di atas Sungai Muzöi. Panjangnya 120 meter dengan lebar 1,8 meter.
Keempat, Jembatan Gantung Sungai Noyo terletak di Desa Bitaya, Kecamatan Alasa, Nias Utara. Dengan panjang 120 meter lebar 2,4 meter, jembatan ini membentang di atas Sungai Noyo.
“Jembatan Gantung Noyo ini merupakan akses utama masyarakat sekitar untuk mengangkut tanaman padi, menjadi jalur menuju sekolah oleh anak anak SD dari Desa Bitaya Menuju Desa Humene Sihene’asi,” ujar Theofilus. (HRZ/PAH)
Baca Juga: Jembatan Gantung Selesai, Warga “Happy”