JAKARTA, LINTAS – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggandeng GoPay sebagai mitra pembayaran digital yang terintegrasi langsung dalam aplikasi resmi TJ:Transjakarta. Kolaborasi ini resmi diumumkan pada Selasa (29/7/2025) di Halte Tosari, Jakarta Pusat.
Penambahan opsi pembayaran ini diresmikan oleh Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta, Fadly Hasan, bersama Director Public Affairs and Communications GoTo Group, Ade Mulya. Kehadiran GoPay sebagai metode pembayaran baru diyakini akan menciptakan pengalaman bertransportasi yang lebih mudah, cepat, dan praktis bagi masyarakat.
“Setelah sebelumnya kami meluncurkan dompet digital TJ Pay pada awal Juli, kini kami kembali menambahkan opsi pembayaran digital dengan menggandeng GoPay,” ujar Fadly.
Ia menambahkan, “Kemitraan ini adalah bukti nyata komitmen kami terhadap prinsip 3S: Service, Strategic Partnership, dan Sustainability.”
Menurut Fadly, integrasi GoPay dalam aplikasi Transjakarta juga merupakan bagian dari upaya menciptakan sistem pembayaran digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Transjakarta ingin menjadikan pengalaman naik bus sebagai sesuatu yang berkesan dan efisien, seiring dengan transformasi digital yang terus dijalankan.
Senada dengan Fadly, Ade Mulya menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen GoPay dalam memperluas akses pembayaran non-tunai, khususnya di sektor transportasi publik.
Solusi Pembayaran yang Aman
“GoPay hadir untuk memberikan solusi pembayaran yang aman, mudah, dan dapat digunakan di mana saja. Kami berharap integrasi ini bisa memudahkan masyarakat dalam menikmati mobilitas yang efisien dan terjangkau melalui Transjakarta,” ujarnya.
Dengan hadirnya GoPay, pelanggan kini dapat membeli tiket langsung melalui aplikasi TJ:Transjakarta menggunakan akun GoPay mereka. Tak hanya mempermudah transaksi, kerja sama ini juga memberikan keuntungan menarik bagi pengguna.
Sebagai bentuk apresiasi atas peluncuran ini, Transjakarta dan GoPay menawarkan promo cashback 100 persen hingga 3.500 GoPay Coins, sebanyak dua kali per pengguna, selama periode 29 Juli hingga 30 September 2025. (CHI)
































