JAKARTA, LINTAS – Menyambut masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh layanan penyeberangan di wilayah Ambon dan sekitarnya berjalan optimal.
Lonjakan mobilitas masyarakat pada akhir tahun menjadi momentum penting bagi ASDP untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya di Maluku.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa kesiapan layanan Nataru bukan hanya soal memastikan kelancaran arus transportasi, tetapi juga menjaga konektivitas antar pulau tetap terjaga dengan baik.
“Wilayah Ambon dan sekitarnya menjadi salah satu fokus kami karena memiliki pergerakan penumpang dan kendaraan yang cukup tinggi setiap akhir tahun. ASDP berkomitmen menjaga mobilitas masyarakat tetap aman, lancar, dan nyaman melalui perencanaan operasional yang matang,” ujar Heru dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (23/10/2025).
Heru menambahkan, ASDP terus memperluas manfaat digitalisasi layanan melalui aplikasi Ferizy. Melalui aplikasi ini, pengguna jasa dapat memesan tiket secara daring hingga H-60 sebelum keberangkatan, sehingga dapat menghindari antrean panjang di pelabuhan.
“Kami mengimbau agar penumpang memastikan tiket telah dibeli sebelum tiba di pelabuhan, dengan data yang sesuai dan valid. Dengan begitu, hak pengguna jasa dapat terpenuhi secara maksimal,” katanya.
Inovasi dan Kolaborasi di Lapangan
Menjelang periode Nataru, ASDP Cabang Ambon telah menyiapkan berbagai langkah strategis, antara lain penerapan sistem tiba-berangkat untuk efisiensi waktu operasional, peningkatan koordinasi dengan TNI dan Polri, serta optimalisasi sarana dan prasarana pelabuhan.


Jika terjadi lonjakan penumpang, frekuensi pelayaran akan ditingkatkan dari 13 menjadi 17 trip per hari, guna memastikan arus penyeberangan tetap terkendali dan nyaman bagi pengguna jasa.
General Manager ASDP Cabang Ambon Syamsudin Tannasy menyebutkan, sebanyak 11 kapal disiapkan untuk melayani masyarakat selama periode Nataru, dengan empat kapal difokuskan di lintasan Hunimua–Waipirit — jalur utama yang menjadi urat nadi konektivitas antarwilayah di Maluku.
“Lintasan Hunimua–Waipirit merupakan yang terpadat di Ambon, sehingga kami pastikan kapal dan kru siap beroperasi penuh untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat,” ujar Syamsudin.
Layanan Luas hingga Daerah 3T
Data ASDP menunjukkan, sepanjang Januari–September 2025, lintasan Hunimua–Waipirit telah melayani 307.268 penumpang dan 216.541 kendaraan, dengan dominasi kendaraan roda dua sebanyak 144.941 unit. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan ASDP.
Selain Hunimua–Waipirit, ASDP Cabang Ambon juga mengoperasikan lintasan penting lainnya seperti Galala–Namlea, Waai–Umeputih, Nalahia–Amahai, Tual–Dobo, Dobo–Benjina, hingga Tual–Kaimana, yang menjangkau berbagai pulau di Maluku dan sekitarnya.
“Dengan jaringan lintasan yang luas, kami menjaga agar setiap armada tetap andal dan beroperasi sesuai jadwal. ASDP berkomitmen menghadirkan layanan yang merata, tidak hanya di jalur utama, tetapi juga di daerah 3T yang menjadi tulang punggung konektivitas nusantara,” tambah Syamsudin.
Meningkatkan Kepercayaan Publik
ASDP optimistis bahwa kesiapan matang dan inovasi berkelanjutan akan memberikan pengalaman berlayar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh pengguna jasa.
Baca Juga: MRT Jakarta Gandeng Sumitomo Corporation untuk Pengadaan Sarana MRT Fase 2A
“Kami ingin masyarakat merasakan transformasi nyata layanan ASDP — dari sisi digital, operasional, hingga pelayanan di lapangan. Semua kami siapkan untuk memastikan libur Nataru tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan,” kata Syamsudin. (CHI)































