Home Berita ASDP Perkuat Akses Logistik Antarwilayah, Dorong Efisiensi dan Pemerataan Ekonomi Nasional

ASDP Perkuat Akses Logistik Antarwilayah, Dorong Efisiensi dan Pemerataan Ekonomi Nasional

Share

JAKARTA, LINTAS — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung konektivitas logistik nasional melalui layanan penyeberangan yang andal, efisien, dan terstandardisasi.

Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, mengatakan, sebagai tulang punggung transportasi antarwilayah, ASDP berkomitmen memperluas akses logistik yang merata hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), demi mendorong efisiensi biaya distribusi serta pemerataan pembangunan ekonomi nasional.

Dengan mengoperasikan lebih dari 226 kapal aktif di 309 lintasan penyeberangan yang tersebar di seluruh nusantara, ASDP menghadirkan layanan logistik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia menambahan, tak kurang dari 70 persen lintasan yang dilayani merupakan rute perintis, menjadi jalur vital distribusi barang pokok dan komoditas unggulan daerah.

“ASDP tidak hanya melayani penumpang, tetapi juga menjadi simpul penting dalam rantai pasok logistik nasional. Layanan kapal feri kami didesain terukur, terintegrasi, dan selalu mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, serta kenyamanan,” ujar Shelvy Arifin, dalam keterangannya yang dikutip Jumat (4/7/2025).

Hubungan Logistik Strategis Bajoe–Kolaka

Salah satu contoh nyata peran ASDP dalam penguatan konektivitas logistik adalah lintasan Pelabuhan Bajoe (Sulawesi Selatan) – Kolaka (Sulawesi Tenggara). Rute ini menghadirkan jalur distribusi yang lebih pendek, efisien, serta berbiaya lebih murah, sehingga mendukung percepatan distribusi barang dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Dengan jarak tempuh sekitar 138 km, penyeberangan ini menjadi nadi utama distribusi komoditas perikanan seperti ikan layang, udang vaname, dan hasil laut segar lainnya dari Sulawesi Selatan.

Di sisi lain, Kabupaten Kolaka menjadi pusat distribusi hasil perkebunan dan pertanian seperti kelapa sawit, kakao, kopi, cengkeh, jambu mete, jagung, dan ubi kayu.

Pengguna jasa dapat memanfaatkan jadwal kapal yang tersedia tiga kali sehari, yakni pukul 09.00, 12.30, dan 16.30 WITA. Pemesanan tiket juga semakin mudah berkat sistem e-ticketing Ferizy yang diterapkan sejak 2024, memungkinkan pemesanan hingga 60 hari sebelum keberangkatan, dan menjaga ketepatan waktu serta kesegaran barang yang dibawa.

Layanan Baru untuk Pulau Nias–Sibolga

ASDP juga terus memperluas jangkauan logistik ke wilayah barat Indonesia. Baru-baru ini, ASDP meresmikan pengoperasian KMP Jatra II untuk melayani lintasan Gunungsitoli (Pulau Nias) – Sibolga (Sumatera Utara). Rute ini menjadi jalur strategis penghubung distribusi barang dan jasa antarwilayah, yang diharapkan mampu menurunkan biaya logistik dan mempercepat mobilitas masyarakat serta pasokan kebutuhan pokok ke Pulau Nias.

Ke depan, ASDP berkomitmen melakukan investasi berkelanjutan untuk meningkatkan infrastruktur pelabuhan, armada kapal, dan sistem layanan logistik. Peningkatan ini mencakup revitalisasi pelabuhan, pengembangan dermaga bongkar muat, hingga optimalisasi area parkir dan digitalisasi layanan.

Baca Juga: Tak Hanya Atasi Kekeringan, Bendungan Budong-Budong Diproyeksi Jadi Motor Ekonomi Baru Sulbar

Seluruh pengembangan dilaksanakan dengan standar layanan yang seragam di seluruh lintasan, guna menciptakan pengalaman logistik yang efisien, konsisten, dan dapat diandalkan.

ASDP juga aktif menjalin sinergi dengan regulator, pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku industri logistik untuk menciptakan ekosistem transportasi feri yang kompetitif dan mendukung agenda nasional dalam menurunkan biaya logistik.

“Kami tidak hanya menghubungkan pelabuhan, tapi juga menjembatani harapan masyarakat akan akses yang setara terhadap barang kebutuhan pokok. Layanan logistik yang inklusif dan berkualitas akan menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi yang berkeadilan,” ujar Shelvy. (CHI)

Oleh:

Share