Home Fitur Apa Itu “Construction Bussiness”?

Apa Itu “Construction Bussiness”?

Share

Oleh Achmad Maliki

Alangkah sayangnya peluang bisnis yang begitu banyak di dunia konstruksi, kerap terlewatkan begitu saja tanpa tersentuh sedikit pun.

Construction business (CB) atau bisnis dalam dunia konstruksi bukan hanya sebagai broker proyek yang biasa dilakukan oleh para makelar proyek untuk mendapatkan fee.

Besaran fee yang tidak wajar atau yang dipaksakan akan berdampak pada rendahnya kualitas konstruksi. Bahkan, bisa mengakibatkan terjadinya kegagalan konstruksi.

Kemampuan atau kejelian dalam melihat peluang bisnis merupakan titik awal kesuksesan  dalam menjalankan bisnis di bidang konstruksi. Kemampuan melihat peluang bisnis sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan banyaknya informasi yang kita miliki serta luasnya jejaring di dunia konstruksi.

CB meliputi seluruh tools of management konstruksi yang biasa dikenal dengan 6M (men, money, methods, materials, machines, market). Pada tahapan konstruksi, bisnis konstruksi dapat dilakukan mulai dari proses perencanaan, pembebasan tanah, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan.

Menangkap Peluang Bisnis

Bagi pemula, rencana CB diawali dengan pengelolaan ide dan identifikasi peluang bisnis yang dilanjutkan dengan pemetaan bisnis. Baru kemudian merumuskan cara dan penghitungan untung ruginya serta kendala yang akan dihadapi.

Tidak demikian halnya bagi engineer yang telah memiliki pengalaman cukup, tahapan-tahapan di atas tidak berlaku. Dengan banyaknya pengalaman yang dimilki, seorang engineer dapat dengan mudah membaca dan menangkap peluang bisnis di dunia konstruksi. Bahkan, dapat dengan segera menyiapkan alternatif langkah bisnisnya bila terbentur pada masalah yang sulit seperti menyiapkan plan A, plan B, dan seterusnya.

Bila CB dikelola dengan baik seorang engineer tidak perlu melakukan CC (construction crime).

Pertanyaan sekarang, mengapa banyak yang nekat melakukan CC? Padahal, ketika CB dijalankan, bukankah sebagai bisnis para pihak mendapatkan keuntungan?

Ilustrasi: Kejahatan dalam konstruksi sering menjadi penyebab banyak penyelenggara negara masuk dalam penjara. Kalau saja berkenan menjalankan constructioon bussiness. | Dok. KemenPUPR

Para kepala daerah, pemangku jabatan, yang banyak berkecimpung dalam proyek konstruksi didorong untuk mengetahui bisnis dalam konstruksi ini (CB).

(Baca Juga: Mengenali ”Construction Crime”)

Dalam beberapa kesempatan, penulis memberikan pencerahan kepada banyak pihak tentang konsep dan praktiik CB ini. Alhasil, proyek konstruksi akan bisa dikerjakan sebaik-baiknya tanpa harus mengorbankan kualitas konstruksi.

Memang, CC mudah dilakukan. Namun, lihatlah sudah berapa banyak yang harus diganjar hukuman karena temuan korupsi dan pelanggaran hukum lainnya.

(Achmad MalikiKepala BWS Kalimantan 3 2007-2011; Dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Trisakti)

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT