JAKARTA, LINTAS — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa seluruh kesiapan transportasi publik harus dipastikan optimal demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
“Kami memastikan seluruh kesiapan dilakukan agar masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman menggunakan kereta api pada masa Natal dan Tahun Baru,” ujar Dudy Purwagandhi saat melakukan peninjauan kesiapan jalur kereta api di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Bersama Dirut PT KAI Bobby Rasyidin, Minggu (14/12/2025).
Peninjauan difokuskan pada lintas jalur di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, yang sebelumnya terdampak luapan Sungai Tuntang. Lokasi ini menjadi salah satu titik pantauan intensif karena berpotensi terdampak curah hujan tinggi pada periode akhir tahun.
Dalam kunjungan tersebut, Menhub meninjau langsung kondisi jalur serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan. Peninjauan bertujuan memastikan prasarana perkeretaapian siap beroperasi secara aman dan andal guna mendukung mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Stasiun Semarang
Sebelum menuju Grobogan, Menhub dan Dirut KAI terlebih dahulu melakukan pengecekan di Stasiun Semarang Tawang. Peninjauan di stasiun ini mencakup kesiapan fasilitas pelayanan penumpang, kesiapan operasional perjalanan kereta api, serta peran strategis stasiun sebagai simpul utama pergerakan masyarakat di Jawa Tengah.
Di wilayah Grobogan, pengecekan dilakukan pada sejumlah titik jalur dan jembatan kereta api di lintas Gubug–Karangjati serta lintas Brumbung–Tegowanu. Pada titik-titik tersebut, KAI telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menjaga keandalan prasarana di tengah dinamika cuaca ekstrem.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa kesiapan jalur di wilayah Grobogan merupakan bagian penting dari pengamanan Angkutan Nataru secara menyeluruh.
“KAI memastikan jalur kereta api di wilayah pantauan khusus berada dalam kondisi siap operasi. Pengawasan dilakukan secara intensif agar perjalanan kereta api tetap aman, tertib, dan tepat waktu,” ujar Bobby dikutip Selasa (16/12/2025).
Untuk mendukung kesiapan tersebut, KAI menyiagakan sebanyak 2.483 petugas ekstra yang ditempatkan di berbagai fungsi operasional selama masa Angkutan Nataru. Petugas tambahan ini disiapkan untuk merespons cepat potensi gangguan operasional, termasuk yang dipicu oleh cuaca ekstrem.
Secara nasional, KAI juga terus memperkuat aspek keselamatan perjalanan. Sepanjang Januari hingga November 2025, KAI telah menutup 305 perlintasan sebidang sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko kecelakaan. Edukasi keselamatan pun dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah operasional.
Penguatan Prasarana
Selain itu, KAI melakukan penguatan prasarana melalui pemasangan rel baru, penambahan batu kricak, serta penguatan struktur jalur guna menjaga stabilitas dan keandalan layanan, khususnya pada lintas dengan intensitas perjalanan yang tinggi.
Selama masa Angkutan Nataru, KAI juga menyiapkan lokomotif cadangan, kereta pembangkit, serta peralatan pendukung lainnya di titik-titik strategis. Posko Terpadu Nataru beroperasi penuh sebagai pusat pemantauan operasional dan keselamatan perjalanan kereta api secara real time di seluruh wilayah kerja.
Menhub Dudy menambahkan, koordinasi yang solid antara regulator dan operator transportasi menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran layanan publik pada periode libur akhir tahun. (CHI)
Baca Juga: PU Kirim Armada Air Bersih ke Lokasi Bencana Sumatera





