Home Berita Akses Jalan Aceh Mulai Pulih Pascabencana

Akses Jalan Aceh Mulai Pulih Pascabencana

Share

JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan konektivitas jalan nasional di Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor. Langkah ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan bencana di Sumatera berlangsung cepat, terpadu, dan responsif.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur transportasi menjadi prioritas utama. “Pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pembukaan kembali jalur transportasi menjadi prioritas utama sebelum pemerintah berbicara lebih jauh mengenai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).

Menurut laporan BPJN Aceh hingga 3 Desember 2025, sejumlah ruas strategis yang sempat terputus kini sudah kembali fungsional. Ruas Banda Aceh–Meureudu telah tersambung. Ruas Batas Kota Lhokseumawe–Kota Langsa juga sudah dapat dilalui, sementara pembersihan sedimen masih berlanjut.

Jembatan Bailey

Selanjutnya, ruas Kota Langsa–Kota Kuala Simpang telah tuntas ditangani. Ruas Kota Kuala Simpang–Batas Sumatera Utara kini bisa dilalui seluruh jenis kendaraan, dengan pembersihan lanjutan menggunakan ekskavator, wheel loader, dan motor grader.

Selain itu, ruas Kota Kutacane–Batas Sumatera Utara turut pulih. Ruas Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya kini dapat dilalui roda dua. Adapun ruas Simpang Uning–Uwaq–Blangkejeren telah terbuka untuk roda dua dan disiapkan untuk kendaraan roda empat.

Pemulihan akses juga berlangsung di Aceh Tamiang. BWS Sumatera I membersihkan lumpur dan sampah menggunakan excavator dan wheel loader, serta menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak. Akses menuju pusat layanan dasar kini telah kembali terbuka.

Namun, Kementerian PU masih menangani sejumlah titik putus, seperti ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen, Bireuen–Bener Meriah, Bireuen–Aceh Tengah, Gayo Lues–Kutacane, Aceh Tengah–Nagan Raya, dan Geumpang–Pameue–Simpang Uning. Penanganan dilakukan melalui pemasangan jembatan bailey, penimbunan oprit, pengalihan arus sungai, dan pembukaan jalur darurat.

Baca Juga: Jasa Marga Raih “Gold Rank” untuk Laporan Keberlanjutan 2024 di ASRRAT 2025

Pekerjaan konstruksi ditargetkan selesai bertahap pada 8–17 Desember 2025. Dengan demikian, pemulihan akses diharapkan mempercepat distribusi bantuan, memulihkan mobilitas masyarakat, dan menggerakkan kembali aktivitas ekonomi di wilayah terdampak. (HRZ)

Share

Foto Pilihan Lainnya