Home Berita 16 Rangkaian KRL INKA Segera Beroperasi, Target Mulai Juli–Agustus 2026

16 Rangkaian KRL INKA Segera Beroperasi, Target Mulai Juli–Agustus 2026

Share

JAKARTA, LINTAS – KAI Commuter menyiapkan pengoperasian kereta rel listrik (KRL) baru buatan PT INKA yang ditargetkan mulai melayani penumpang pada Juli–Agustus 2026. Saat ini sejumlah rangkaian sudah tiba di depo dan tengah menunggu proses sertifikasi sebelum dapat dioperasikan.

Direktur Utama KAI Commuter Mochamad Purnomosidi mengatakan, sebagian rangkaian telah berada di Indonesia, namun proses pengujian sempat tertunda karena masa posko angkutan Lebaran.

“Enam itu sudah di depo, nunggu sertifikasi. Tujuh sudah di depo juga, menunggu sertifikasi. Karena kemarin kepotong masa posko, tim penguji juga terbagi. Nanti sampai 16 trainset, berarti delapan lagi. Total ada 16 trainset yang kita pesan ke INKA,” ujar Purnomosidi, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan seluruh rangkaian ditargetkan sudah terkirim sebelum mulai beroperasi penuh tahun ini.

“Kita targetkan di Juli atau Agustus 2026 sudah bisa dioperasionalkan. Semua rangkaian sudah ter-deliver ke sini,” jelasnya.

Prioritas Rute Bogor dan Cikarang

KRL baru tersebut dirancang dengan konfigurasi 12 kereta (SF12), sehingga akan diprioritaskan melayani lintas dengan permintaan penumpang tinggi.

“Karena ini SF-nya 12, maka yang bisa mungkin itu adalah Bogor dan Cikarang. Rencana kita juga akan coba geser ke Green Line atau lintas Rangkasbitung,” kata Purnomosidi.

Lintas Rangkasbitung–Tanah Abang atau Green Line disebut memiliki potensi penumpang besar, namun masih menghadapi kendala pada kapasitas pasokan listrik.

Comuuter Line (KRL) melintas di Stasiun Jatake, Tangerang. Lintas/Rochimawati

Kendala Daya Listrik di Green Line

Menurut Purnomosidi, penambahan daya listrik di lintas Rangkasbitung–Tanah Abang masih dalam proses oleh Kementerian Perhubungan. Hal ini menjadi faktor penting sebelum KRL rangkaian panjang dapat beroperasi optimal di jalur tersebut.

“Kementerian masih proses penambahan daya. Sekarang sudah mulai berjalan untuk lintas Rangkasbitung–Tanah Abang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan uji coba sebelumnya menunjukkan daya listrik belum memadai untuk menopang operasi rangkaian panjang.

“Kemarin sudah kita coba di Green Line, power-nya belum kuat. Pernah ngetrip di Cisauk. Kalau ngetrip di jalan, keretanya bisa mandek dan butuh waktu untuk recovery. Untuk mereset saja perlu waktu,” ujarnya.

Karena itu, KAI Commuter mendorong percepatan peningkatan daya listrik agar layanan KRL baru bisa segera dimanfaatkan masyarakat.

“Kami dorong pemerintah agar mempercepat penyelesaian penambahan daya di lintas Rangkasbitung ini,” pungkas Purnomosidi. (CHI)

Baca Juga: Platform Lift Hadir di Stasiun Cikini, Layanan Disabilitas KAI Commuter Makin Inklusif

Oleh:

Share