JAKARTA, LINTAS — Pemerintah mempercepat pengendalian banjir di Karawang dan Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 10 lokasi rawan genangan di hilir Sungai Citarum kini ditangani melalui skema darurat dan permanen.
Langkah ini difokuskan di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, serta Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Targetnya jelas, menekan banjir berulang yang saban musim hujan merendam permukiman dan lahan produktif.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, melalui keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026), mengatakan, pengawasan dilakukan langsung sejak hari pertama banjir. “Sejak hari pertama banjir melanda, saya setiap hari berkoordinasi dengan kepala balai agar penanganan segera diselesaikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan banjir tidak bisa ditangani parsial. Diperlukan sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, termasuk penyelesaian lahan.
Di Karangligar, penanganan difokuskan pada pengendalian aliran balik dan penguatan tanggul. Pada Saluran Pembuang Kedunghurang, pemasangan kisdam baja ditargetkan 52 meter. Hingga kini terpasang 32 meter dan ditargetkan rampung 15 Februari 2026.
Sementara itu, di Saluran Pembuang Cidawolong, pemasangan kisdam sepanjang 42,5 meter sedang berjalan. Progres mencapai 7,6 meter dan ditargetkan selesai 20 Februari 2026.
Selain itu, akan dipasang CCSP sepanjang 600 meter dan geobag 1.100 meter. Pembangunan tanggul sepanjang 1,7 kilometer ditargetkan selesai Juli 2026.

Adapun di Muara Gembong, terdapat 10 titik penanganan. Tujuh bersifat darurat dan tiga permanen. Empat titik darurat telah selesai. Satu masih dikerjakan. Dua lainnya menunggu sosialisasi warga. Seluruh penanganan darurat ditargetkan tuntas 21 Februari 2026.
Untuk tiga titik permanen, kontrak direncanakan Maret 2026 dan selesai Juli 2026. Koordinasi dengan Pemkab Bekasi terus dilakukan karena sebagian tanggul berada di bawah akses jalan desa.
Kementerian PU menegaskan, penguatan pengendalian banjir ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi. Langkah tersebut sejalan dengan Astacita untuk memperkuat ketahanan kawasan dan melindungi masyarakat dari risiko banjir berulang. (HRZ)
Baca Juga: Atasi Banjir di Karawang dan Bekasi, Brantas Garap Bendungan Cijurey































