Padang, Lintas – Hujan deras yang terjadi di wilayah Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, mengakibatkan longsor. Area bencana tersebut di Km 145+300 Ruas Batas Kota Payakumbuh-Batas Provinsi Riau, Minggu (30/4/2023). Tidak jauh dari Jembatan Layang Kelok 9 dari arah Payakumbuh.
Kepala Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Tabrani mengatakan, saat ini ruas jalan tersebut sudah bisa dilewati oleh masyarakat karena tim bergerak cepat melakukan penanganan.
“Penanganan malam itu juga (sampai) longsoran selesai dibersihkan, lalu lintas (kemudian) dibuka kembali,” ujar Tabrani kepada Majalahlintas.com, Jumat (5/5/2023).
Ia kemudian menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan BPJN bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk menangani longsoran tersebut. Pertama, mengambil inisiatif membersihkan secara manual sebelum alat berat sampai.
“Pembersihan yang dilakukan secara manual bersama BPBD Lima Puluh Kota, kepolisian dan masyarakat dilaksanakan hingga pukul 18.000 WIB dan arus lalu lintas bisa dilakukan 1 arah dengan sistem buka tutup dan pengaturan lalu lintas,” ujarnya.
Kedua, menggunakan dua unit alat berat yaitu bachoe loader dan dump truck untuk melakukan pembersihan pada material longsor yang tersisa dan menutupi sebagian badan jalan.
Langkah tersebut cukup efektif karena akhirnya arus lalu lintas dari kedua arah bisa dibuka setelah proses pembersihan dilakukan hanya dalam waktu 2 jam.
Longsoran Baru
Tabrani pun menuturkan bahwa lokasi bencana merupakan daerah longsoran baru yang berada di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Air Putih yang berada di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Ia menjelaskan bahwa di lokasi tersebut masih cukup riskan terjadi bencana susulan. “Lokasi longsoran tersebut masih berpotensi terjadi longsoran susulan dan berulang, untuk penanganan permanen akan segera dilakukan survei dan membutuhkan koordinasi dengan BKSDA,” ujarnya.

Tak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Namun, satu unit mobil pribadi mengalami kerusakan berat akibat terkena longsor.
Diketahui longsor sempat menutup jalan dan menyebabkan kemacetan sepanjang 2 kilometer selama 1 jam. Badan jalan tertutup sepanjang 30 meter oleh material longsor yang berisi tanah dan pohon tumbang. (TNO)



















