Home Lintasiana Universitas PGRI Semarang Perkuat Kurikulum “Deep Learning” Lewat “Outing Class Agroedutourism” di Desa Binaan

Universitas PGRI Semarang Perkuat Kurikulum “Deep Learning” Lewat “Outing Class Agroedutourism” di Desa Binaan

Share

KLATEN, LINTAS – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melalui Program Pengembangan Desa Binaan (PPDB) menyelenggarakan Outing Class Agroedutourism bagi sekolah-sekolah di Desa Mlese, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Lokal Masyarakat Desa Mlese Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten Melalui Pengembangan Desa Agroedutourism.”

Program ini diketuai oleh Dr. Kartinah, S.Si., M.Pd. dengan anggota tim Dina Prasetyowati, S.Pd., M.Pd., serta Dr. Rini Umiyati, S.Hut., M.Si.. Kegiatan juga melibatkan kolaborasi lintas perguruan tinggi bersama dosen dari Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang, Sony Junaedi, S.Pd., M.Pd.

Acara dihadiri 22 wakil sekolah di Desa Mlese serta Kepala Desa Mlese, Suparwata, beserta jajaran pemerintah desa. Kehadiran perangkat desa menjadi bentuk dukungan penuh terhadap sinergi antara sekolah dan desa. Dalam kesempatan ini, disepakati bahwa kegiatan outing class agroedutourism akan dilaksanakan di green house Desa Mlese.

Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak belajar secara kontekstual mengenai budidaya, pengolahan hasil pertanian, hingga pemanfaatan potensi lokal desa sebagai wahana wisata edukatif. Model pembelajaran ini terintegrasi dengan kurikulum Deep Learning yang menekankan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, serta keterhubungan antara teori dengan praktik nyata.

Ketua tim, Dr. Kartinah, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga menjadi strategi pemberdayaan masyarakat lokal.

“Green house Desa Mlese akan menjadi laboratorium pembelajaran alam bagi siswa sekaligus sarana peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan agroedutourism,” ujarnya.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dukungan ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Dengan terlaksananya kesepakatan ini, Desa Mlese diharapkan menjadi model desa binaan berbasis agroedutourism yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi dunia pendidikan maupun kesejahteraan masyarakat lokal. (*)

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT