JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Proyek yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu ditargetkan siap digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan percepatan pembangunan tidak boleh mengurangi kualitas konstruksi. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Yang paling penting, kualitas tidak boleh dikorbankan. Saya paling anti mengorbankan kualitas. Apa pun yang terjadi, bangunan Sekolah Rakyat ini harus bertahan lama,” ujar Dody dikutip Rabu (1/7/2026).
Tak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan modern, Sekolah Rakyat Indramayu juga memiliki daya tarik berupa lapangan sepak bola berumput alami berstandar FIFA yang diharapkan mampu menunjang pembinaan prestasi olahraga para siswa.

Berdiri di atas lahan seluas 9,2 hektar, kawasan pendidikan terpadu ini memiliki total luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi. Sementara itu, ruang terbuka hijau (RTH) mencapai 69.628 meter persegi, menjadikan lingkungan sekolah terasa lebih asri karena dikelilingi hamparan perkebunan pohon jati Lokasinya juga dinilai strategis karena berada tidak jauh dari Gerbang Tol Cikedung, sehingga memudahkan akses menuju kawasan sekolah.
Fasilitas Olahraga
Salah satu fasilitas unggulan di kawasan tersebut adalah lapangan sepak bola yang menggunakan rumput alami jenis Zoysia matrella Linmer, sesuai standar FIFA. Area lapangan juga dilengkapi lintasan atletik (running track) selebar 7,8 meter, sedangkan bagian tepinya ditanami rumput gajah mini sehingga menciptakan area olahraga yang nyaman dan representatif.
Keberadaan fasilitas olahraga tersebut diharapkan dapat mendukung pembinaan bakat siswa, sekaligus menjadi sarana pengembangan prestasi di bidang olahraga.
Selain lapangan sepak bola, Sekolah Rakyat Indramayu dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari gedung pembelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, laboratorium, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, guest house, hingga lapangan upacara.

Seluruh fasilitas tersebut dirancang dalam satu kawasan terpadu agar proses pembelajaran, pembinaan karakter, hingga kegiatan ekstrakurikuler dapat berjalan secara optimal.
Masuki Tahap Akhir
Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, mengatakan progres pembangunan hingga 28 Juni 2026 telah mencapai 80,16 persen. Proyek senilai Rp 236 miliar itu dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya bersama PT Uno Tanoh Seuramoh dengan melibatkan sekitar 920 tenaga kerja.
“Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing, termasuk penyelesaian penutupan atap yang ditargetkan selesai dalam pekan ini,” kata Tomi, Senin (29/6/2026).
Menurut Tomi, pembangunan sempat menghadapi tantangan berupa akses menuju lokasi proyek. Sekitar 2,2 kilometer jalan menuju kawasan sekolah masih belum memiliki perkerasan sehingga mobilisasi material dan alat berat sempat terkendala.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian PU akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga guna mempercepat peningkatan jalan melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Meski dikejar target penyelesaian, Kementerian PU memastikan seluruh pekerjaan tetap mengedepankan standar mutu konstruksi. Pengawasan dilakukan secara ketat mulai dari pemilihan material, metode pelaksanaan, hingga proses pembangunan di lapangan agar bangunan yang dihasilkan aman, nyaman, dan memiliki daya tahan tinggi. (CHI)
Baca Juga:KAI Daop 1 Jakarta Sterilkan Jalur Pasarsenen–Pasar Gaplok, Puluhan Bangunan Ditertibkan















