JAKARTA, LINTAS – Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum (STTPU) kian menegaskan komitmennya untuk menjawab tantangan dunia infrastruktur nasional. Hal itu ditegaskan langsung oleh Ketua STTPU, Arie Setiadi Moerwanto, dalam sambutannya pada acara Reuni Akbar Alumni Sapta Taruna yang digelar pada 12 Juli 2025.
Dalam suasana penuh kehangatan, Arie menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran para pendiri, dosen, dan alumni berbagai generasi. Ia menegaskan bahwa momen reuni bukan sekadar temu kangen, tetapi menjadi ajang untuk memperkuat jejaring dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas izin dan rahmatnya kita bisa berkumpul kembali di suasana yang penuh persahabatan dan kekeluargaan pada acara Reuni Akbar Alumni Sabta Taruna pada tahun 2025,” kata Arie Setiadi Moerwanto, dalam sambutannya hari ini.
Arie dengan bangga melaporkan transformasi kampus yang dahulu dikenal sebagai STT Sapta Taruna, kini menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum (STTPU). Transformasi ini, ujarnya, bukan sekadar perubahan nama, melainkan wujud nyata komitmen STTPU untuk terus bergerak maju dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang infrastruktur pekerjaan umum.
“Transformasi ini adalah wujud komitmen kami untuk terus bergerak maju merespon tantangan zaman serta menjawab kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang infrastruktur pekerjaan umum,” tegas Arie.
Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, STTPU kini tengah fokus pada pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan lapangan. Kampus ini aktif menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan serta Kementerian Pekerjaan Umum, demi menghasilkan lulusan yang siap terjun langsung ke dunia kerja.
“Saat ini STTPU tengah fokus pada peningkatan mutu pendidikan, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan lapangan. Kami menandatangani kerja sama dengan berbagai perusahaan juga dengan Kementerian Pekerjaan Umum supaya kita bisa menjawab kebutuhan lapangan, menjawab penyediaan tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai lapangan,” jelasnya.
Tak hanya itu, STTPU juga mulai mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) ke dalam sistem pendidikannya. Menurut Arie, pemanfaatan teknologi mutakhir sangat penting agar lulusan STTPU dapat bersaing secara global.
Lebih jauh, Arie menyatakan bahwa STTPU ingin menjadi mitra strategis Kementerian Pekerjaan Umum dalam penyediaan sumber daya manusia yang andal, profesional, dan berintegritas, sejalan dengan semangat Sabta Taruna, yakni mengabdi untuk negeri dengan ilmu dan karya nyata.
“Kami berharap ke depan STTPU dapat menjadi mitra strategis Kementerian Pekerjaan Umum. Kami siap, Bapak KBPSDM, untuk mendapat tugas khususnya dalam penyediaan sumber daya manusia yang handal, profesional, dan berintegritas sesuai dengan semangat Sabta Taruna mengabdi untuk negeri dengan ilmu dan karya nyata,” ujar Arie.
Dalam kesempatan tersebut, Arie juga mengajak seluruh alumni untuk berperan aktif memajukan kampus. Ia berharap alumni membantu menyebarluaskan informasi penerimaan mahasiswa baru STTPU tahun akademik 2025–2026. Adapun STTPU membuka jurusan Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, dan Teknik Informatika.
“Kami mengajak seluruh alumni untuk turut berperan aktif dalam menyebarkan informasi kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat di sekitar, khususnya kepada putra putri alumni yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang teknik sipil, teknik lingkungan, dan teknik informatika,” katanya.
Arie juga membeberkan adanya program beasiswa bagi putra-putri pegawai Kementerian Pekerjaan Umum maupun masyarakat umum yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, termasuk seni, olahraga, organisasi, dan inovasi teknologi. Beasiswa ini mencakup pembebasan biaya kuliah selama dua semester pertama, dan dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi tim penilai.
“Supaya terus kita menjaga prestasi kita, beasiswa ini mencakup pembebasan biaya kuliah selama dua semester pertama dan dapat diperpanjang sampai mahasiswa menemukan tempat untuk magang,” papar Arie.
Menariknya, STTPU juga tengah menggalang dana untuk mendukung program beasiswa melalui kegiatan YPP STTPU Virtual Run 2025 Step to Success. Kegiatan lari virtual ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam membantu pendidikan.
“Semua hasil yang dikumpulkan dari kegiatan tersebut akan digunakan untuk beasiswa, baik yang akan disalurkan oleh Yayasan Pendidikan Putra ataupun STTPU. Acara tersebut bukan sekedar ajang olahraga, tapi juga menjadi sarana untuk kembali ke sekolah dalam langkah kebaikan dan berbagi dalam berkah,” ungkapnya.
Arie menuturkan, Virtual Run 2025 ini terbuka bagi seluruh alumni, mahasiswa, dosen, bahkan masyarakat umum. Pendaftaran telah dibuka sejak 10 Juni hingga 31 Juli 2025, sedangkan periode lari atau jalan virtual berlangsung dari 25 Juli hingga 30 Agustus 2025.
“Kami sangat berharap partisipasi aktif dari seluruh alumni dan keluarga besar Sabta Taruna, serta mengajak rekan mitra kerja maupun komunitas untuk bersama-sama ambil bagian dalam kegiatan ini. Mari kita buktikan bahwa alumni Sabta Taruna bukan hanya solid di masa lalu, tetapi juga terus bergerak bersama menapaki masa depan yang lebih sehat, kuat, dan penuh kontribusi,” pungkas Arie.
Arie menutup sambutannya dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan reuni akbar ini. Ia optimistis kebersamaan alumni, dosen, dan mahasiswa akan membawa STTPU melangkah lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun global. (GIT)



















