DUMAI, LINTAS – Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau terus memperkuat infrastruktur jalan nasional untuk mendukung aktivitas pelabuhan dan kawasan industri di Kota Dumai. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui rekonstruksi ruas Jalan Simpang Batang – Batas Kota Dumai – Simpang Terminal – Simpang Purnama (Pelabuhan Roro).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Riau, Irfan Lutfi, mengatakan proyek tersebut merupakan paket Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun jamak (MYC) 2025–2027 dengan nilai kontrak sebesar Rp 88,45 miliar dan panjang penanganan efektif 10,9 kilometer.
“Pada tahun ini kami melaksanakan paket SBSN MYC 2025–2027 untuk rekonstruksi ruas Simpang Batang hingga Simpang Purnama menuju Pelabuhan Roro Dumai. Ruas jalan ini memiliki peran strategis karena menghubungkan kawasan kota dengan pelabuhan,” ujar Irfan, Rabu (11/02/2025).

Ditarget Juni 2026
Pekerjaan dilakukan dengan berbagai jenis konstruksi, antara lain perkerasan kaku (rigid pavement) dengan mutu beton FC 40, perkerasan aspal (asphalt pavement), serta pekerjaan pendukung lainnya. Proyek ini ditargetkan selesai pada 15 Juni 2027.
Menurut Irfan, peningkatan kualitas jalan nasional tersebut sangat penting karena Dumai merupakan salah satu kota industri di Provinsi Riau dengan arus angkutan logistik yang tinggi, khususnya kendaraan berat pengangkut CPO dan hasil produksi pabrik.
“Ruas jalan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi produk industri yang akan dikirim melalui pelabuhan. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, arus logistik menuju Pelabuhan Dumai akan semakin lancar,” jelasnya.

Manajemen Lalu Lintas
Dalam pelaksanaannya, proyek menghadapi tantangan berupa padatnya lalu lintas kendaraan logistik. Untuk mengurangi dampak terhadap pengguna jalan, pihak pelaksana melakukan manajemen lalu lintas dengan sistem buka-tutup jalan serta mengatur waktu pekerjaan berat pada malam hari.
“Kami berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan. Pekerjaan skala besar kami lakukan pada malam hari saat lalu lintas lebih lengang,” kata Irfan.
Tantangan lain berada di kawasan Simpang Terminal dan Simpang Purnama menuju Pelabuhan Roro, karena di bawah badan jalan terdapat jaringan utilitas seperti pipa milik PT Pertamina Gas dan instalasi milik PLN.
“Kami harus intens berkoordinasi dengan instansi terkait agar pekerjaan konstruksi tidak mengganggu jaringan pipa dan utilitas yang berada di bawah jalan,” tambahnya.
Kelancaran Arus Barang
Paket rekonstruksi jalan nasional ini dikerjakan oleh PT Harap Panjang sebagai kontraktor pelaksana, dengan konsultan supervisi PT Adyastha Surya Perdana KSO PT Perentjana Djaja KSO PT Exxo Gamindo Perkasa.
Irfan berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu sehingga mampu meningkatkan kelancaran arus barang serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pelabuhan Dumai merupakan salah satu pelabuhan utama di Provinsi Riau. Dengan akses jalan yang lebih baik, distribusi logistik akan semakin efisien dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian,” pungkasnya. (SMJ/ROY)
Baca Juga: GT Kalitama 6 Tol Cipularang Ditutup 11–13 Februari 2026, Pengguna Arah Jakarta Wajib Tahu!































